Saham Big Caps Rontok Akibat Rebalancing MSCI dan FTSE Russell

Saham Big Caps Rontok Akibat Rebalancing MSCI dan FTSE Russell

Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar mencatat koreksi signifikan pada pembukaan perdagangan pagi hari Senin (18/5). Penurunan harga saham big caps ini terjadi setelah adanya penyesuaian indeks oleh penyedia indeks global MSCI dan FTSE Russell pada Rabu (13/5) kemarin.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business yang dikutip dari Detik Finance, pelemahan menyasar pada saham-saham konglomerat yang terdampak rebalancing. Salah satunya adalah emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang melemah hingga menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 14,98% ke level Rp 880 per saham.

Nasib serupa juga dialami oleh saham milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang merosot hingga ARB sebesar 14,88% ke harga Rp 3.660 per saham. Selanjutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut melemah 13,53% ke harga Rp 735 per saham.

Koreksi juga menimpa saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun sebesar 6,25% ke harga Rp 3.000 per saham. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tercatat mengalami pelemahan hingga 13,51% ke harga Rp 3.200 per saham.

Kelima emiten tersebut merupakan saham yang resmi dikeluarkan dari indeks MSCI berdasarkan pengumuman pada Rabu kemarin. Dua di antara emiten tersebut, yakni BREN dan DSSA, merupakan saham yang masuk dalam kategori high shareholding concentration (HSC).

Pada hari yang sama, FTSE Russell mengumumkan langkah serupa dengan MSCI untuk mengeluarkan saham-saham yang masuk kategori HSC. Adapun hingga saat ini, BREN dan DSSA dilaporkan masih tercatat sebagai konstituen dalam indeks FTSE Russell.

Artikel terkait

Rekomendasi