Saham BRI Melonjak 3,62 Persen ke Level Rp3.150 pada Sesi Pertama

Saham BRI Melonjak 3,62 Persen ke Level Rp3.150 pada Sesi Pertama

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak tajam sebesar 3,62 persen ke level Rp3.150 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (5/5/2026). Penguatan ini mengakhiri tren negatif pekan lalu setelah investor melakukan aksi beli masif di pasar modal.

Lonjakan harga saham emiten perbankan fokus mikro ini dilansir dari Suara, terjadi dengan volume perdagangan mencapai 116 juta saham. Nilai transaksi pada paruh pertama hari tersebut tercatat menembus angka Rp361,9 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 17.958 kali.

Aksi beli bersih oleh investor tercatat senilai Rp65,4 miliar, sementara tekanan jual asing menyusut signifikan menjadi Rp18,07 miliar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode sebelumnya ketika tekanan jual asing sempat mencapai Rp598,28 miliar dalam satu hari.

Secara teknikal, pergerakan BBRI telah melewati level resistansi yang dipetakan oleh sejumlah lembaga sekuritas. Meskipun CGS International Sekuritas memperkirakan hambatan pada angka 3.067, harga saham justru mampu menembus level Rp3.170 pada perdagangan pagi tersebut.

Penguatan ini juga didorong oleh pengumuman kinerja keuangan kuartal I-2026 yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 14 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, memberikan penilaian terhadap capaian laba bersih perseroan tersebut dalam riset terbarunya.

"Perolehan itu setara 26% dari estimasi konsensus 2026, sehingga dinilai sesuai ekspektasi." kata Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Penurunan biaya pencadangan kredit atau cost of credit (CoC) sebesar 44 bps menjadi 3,2 persen turut memperkuat efisiensi perusahaan. Selain itu, manajemen berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap stabil di tengah kondisi makro ekonomi yang dinamis.

Victor Stefano menambahkan bahwa rendahnya valuasi harga saham saat ini dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar kinerja internal perusahaan.

"Hal itu mencerminkan kondisi bisnis yang menantang, prospek makro ekonomi yang belum pasti, serta ketidakpastian terkait program pemerintah," sebut Victor Stefano, Analis BRI Danareksa Sekuritas.

Melihat fundamental yang kokoh, Samuel Sekuritas menetapkan target harga Rp4.400, sementara Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli dengan target Rp4.100. Daya tarik investor juga didukung oleh kepastian pembagian dividen final sebesar Rp209 per saham yang telah disepakati dalam RUPST pada 10 April lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi