Saham BUMI Melemah Sembilan Persen pada Sesi Pertama Perdagangan

Saham BUMI Melemah Sembilan Persen pada Sesi Pertama Perdagangan

Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berbalik arah melemah sebesar 9,22 persen ke level Rp 187 per saham pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (19/5/2026). Koreksi tajam emiten pertambangan ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang tertekan di zona merah.

Mengutip data RTI via Liputan6.com, saham BUMI sebenarnya sempat dibuka menguat dua poin ke posisi Rp 208 per saham dan bergerak di zona hijau pada awal perdagangan. Namun, pergerakan saham kemudian berbalik arah hingga menyentuh level tertinggi Rp 212 dan level terendah Rp 181 per saham.

Perdagangan saham BUMI mencatatkan frekuensi sebanyak 85.773 kali dengan volume mencapai 56.410.152 saham. Nilai transaksi harian saham emiten ini menyentuh Rp 1,1 triliun, sementara kapitalisasi pasarnya berada di angka Rp 69,44 triliun.

Pelemahan ini sejalan dengan IHSG yang ditutup merosot 3,08 persen atau turun ke level 6.396,2 pada sesi pertama hari Selasa pekan ini. Indeks saham LQ45 juga ikut terpangkas 2,1 persen menuju level 637,4, di mana seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak pada rentang tertinggi 6.635,12 dan terendah 6.376,34. Sebanyak 611 saham melemah sehingga membebani pergerakan indeks, sedangkan 96 saham menguat dan 107 saham lainnya stagnan dengan nilai transaksi harian total Rp 16,1 triliun.

Seluruh sektor saham di bursa terpantau mengalami tekanan, dengan sektor basic mencatat koreksi terbesar hingga 7,2 persen. Sektor energi menyusul dengan pelemahan 6,47 persen, sektor industri turun 3,4 persen, dan sektor infrastruktur merosot 3,3 persen.

Beberapa saham lain yang juga melemah pada sesi pertama ini antara lain PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang turun 6,1 persen ke Rp 2.310 dan PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang merosot 4,9 persen ke Rp 426.

Meskipun pasar melemah, saham BUMI tetap menempati urutan pertama sebagai saham teraktif berdasarkan nilai transaksi senilai Rp 1,1 triliun, mengungguli PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp 654,9 miiliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 628,8 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi