Indeks Saham China Melemah Jelang Pertemuan Bilateral dengan Amerika

Indeks Saham China Melemah Jelang Pertemuan Bilateral dengan Amerika

Aksi ambil untung oleh para pelaku pasar memicu pelemahan bursa saham China pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Penurunan ini terjadi tepat satu hari setelah indeks menyentuh posisi tertingginya dalam kurun waktu 11 tahun terakhir di tengah penantian pertemuan penting dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan data yang dilansir dari Money, indeks saham unggulan CSI 300 mencatatkan penurunan sebesar 0,3 persen pada jeda perdagangan siang. Pelemahan juga diikuti oleh Indeks Shanghai Composite yang terkoreksi sebesar 0,4 persen akibat tekanan jual investor.

Kondisi berbeda justru terlihat di bursa Hong Kong yang berhasil mempertahankan zona hijau dengan penguatan Indeks Hang Seng sebesar 0,3 persen. Fokus pasar saat ini tertuju pada aspek perdagangan yang diharapkan menjadi instrumen stabilisasi hubungan kedua negara besar tersebut.

"China dan Amerika Serikat harus mengambil pandangan jangka panjang dan membiarkan perdagangan terus berfungsi sebagai penyeimbang dan pendorong hubungan bilateral, sambil terus membuka area kerja sama baru," tulis media pemerintah China.

Sektor barang konsumsi pokok dan logam tanah jarang menjadi kontributor utama yang menyeret turun indeks domestik dengan pelemahan masing-masing sebesar 1,3 persen dan 3,2 persen. Sebaliknya, saham sektor kecerdasan buatan tetap menguat tipis 0,2 persen meski pasar sedang tertekan.

Analis UBS Meng Lei memberikan pandangan bahwa tren penguatan bursa China masih memiliki peluang besar untuk berlanjut dalam periode menengah. Ia menyoroti pemulihan laba emiten serta adanya dukungan likuiditas sebagai faktor krusial bagi stabilitas pasar modal.

"Terobosan Indeks Komposit Shanghai di atas level psikologis kunci bukanlah titik akhir, melainkan langkah dalam lintasan kenaikan pasar yang berkelanjutan karena menembus level resistensi berturut-turut," kata Meng.

Di wilayah administratif khusus, saham Kuaishou Technology di bursa Hong Kong melonjak hingga 11 persen setelah muncul kabar pemisahan unit bisnis Kling AI. Penguatan bursa Hong Kong juga mendapat sokongan dari sektor energi yang naik 1,9 persen dan sektor material sebesar 1,3 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi