Saham Eropa Menguat di Tengah Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Saham Eropa Menguat di Tengah Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Bursa saham Eropa mencatatkan penguatan mayoritas pada perdagangan Kamis (14/5/2026) seiring langkah investor memantau hasil pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Kenaikan sektor teknologi akibat antusiasme kecerdasan buatan turut menopang pergerakan indeks di tengah bayang-bayang inflasi energi.

Data pasar yang dilansir dari Money melalui Investing menunjukkan indeks Stoxx 600 pan-Eropa terangkat 0,4 persen pada pukul 15.05 waktu setempat. Indeks DAX di Jerman memimpin penguatan sebesar 1,1 persen, disusul CAC 40 Perancis yang naik 0,6 persen, sementara FTSE 100 Inggris terpantau bergerak stagnan.

Kenaikan harga saham perusahaan teknologi regional seperti ASML dan STMicroelectronics mengikuti tren positif sektor serupa di Wall Street pada hari sebelumnya. Fokus pelaku pasar tertuju pada diplomasi di China, di mana Trump dan Xi Jinping baru saja merampungkan putaran pertama pembicaraan puncak yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Kepada media pemerintah setempat, Presiden Xi memberikan pernyataan mengenai jalannya proses negosiasi perdagangan dengan pihak Amerika Serikat.

"Xi Jinping mengatakan kepada media pemerintah China bahwa negosiasi perdagangan antara kedua negara menunjukkan perkembangan positif." ujar Xi Jinping, Presiden China.

Meski terdapat sinyal positif dalam bidang perdagangan, pemimpin China tersebut juga memberikan peringatan tegas terkait isu geopolitik sensitif lainnya yang dapat menghambat kerja sama bilateral.

"Meski demikian, Xi juga mengingatkan bahwa tekanan AS terkait Taiwan berpotensi merusak hubungan bilateral kedua negara." kata Xi Jinping, Presiden China.

Kondisi ekonomi makro global saat ini masih dibayangi ketidakpastian akibat kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz. Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan di atas 105 dollar AS per barrel, melonjak signifikan dari level sebelum konflik yang berada pada kisaran 70 dollar AS per barrel.

Tekanan harga energi ini berdampak langsung pada kekhawatiran inflasi global yang semakin membebani daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara umum.

"Harga energi yang lebih tinggi datang bersamaan dengan pertumbuhan yang lebih lemah dan inflasi yang lebih tinggi," tulis analis Morgan Stanley dalam sebuah catatannya.

Di sektor korporasi, saham Burberry mengalami koreksi setelah dewan direksi memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun ini. Sebaliknya, saham Allegro asal Polandia justru menguat setelah perusahaan platform e-commerce tersebut merevisi naik proyeksi kinerja tahunan untuk unit bisnis internasionalnya.

Artikel terkait

Rekomendasi