Saham GOTO Parkir di Level Gocap saat IHSG Menguat Sesi I

Saham GOTO Parkir di Level Gocap saat IHSG Menguat Sesi I

Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terpantau tertahan pada level harga Rp 50 atau level gocap hingga akhir sesi I perdagangan. Kondisi stagnan ini terjadi di tengah tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (6/5/2026).

Dilansir dari Detik Finance, saham emiten teknologi ini sempat menunjukkan volatilitas pada awal pembukaan pasar. Namun, fluktuasi tersebut berakhir mendatar hingga periode istirahat perdagangan siang hari.

Data dari RTI Business menunjukkan bahwa GOTO sebenarnya sempat menguat tipis 2 persen ke posisi Rp 51 per saham saat perdagangan baru dimulai. Tidak lama setelah lonjakan singkat itu, harga kembali terkoreksi dan bertahan di posisi Rp 50 per saham.

Hingga penutupan sesi pertama, volume perdagangan saham GOTO mencapai angka 3,12 miliar lembar. Total nilai transaksi yang dibukukan tercatat sebesar Rp 156,20 miliar dengan intensitas frekuensi perdagangan sebanyak 29.705 kali.

Kinerja saham GOTO sepanjang tahun 2026 menunjukkan tren yang cukup menantang dengan akumulasi penurunan mencapai 21,88 persen. Penurunan nilai ini selaras dengan aksi jual yang dilakukan oleh investor luar negeri di pasar reguler.

Perseroan mencatatkan angka jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell yang cukup signifikan sepanjang tahun berjalan. Nilai pelepasan aset oleh pihak asing tersebut telah menyentuh angka Rp 1,87 triliun selama periode 2026.

Kondisi IHSG pada Sesi I

Di sisi lain, IHSG justru menunjukkan performa positif dengan kenaikan sebesar 0,65 persen ke level 7.102,72 pada penutupan sesi I. Indeks saham domestik ini bahkan sempat menyentuh titik tertinggi harian di posisi 7.127,71.

Volume perdagangan di seluruh pasar mencapai 22,57 miliar saham dengan nilai transaksi total menyentuh Rp 10,46 triliun. Aktivitas perdagangan secara keseluruhan melibatkan frekuensi sebanyak 1.492.796 kali transaksi.

Komposisi pergerakan saham di bursa menunjukkan sebanyak 377 saham mengalami kenaikan, sementara 240 saham melemah. Adapun 194 saham lainnya terpantau bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang berarti.

Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih luas, performa IHSG dalam satu bulan terakhir juga tercatat positif. Indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini secara akumulatif telah menguat sebesar 1,89 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi