Nilai saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali jatuh ke level Rp50 per lembar pada Selasa (5/5) menyusul rencana pemerintah memangkas komisi aplikator ojek online menjadi maksimal 8 persen mulai Juni 2026. Penurunan ini terjadi di tengah desakan Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia (GARDA) agar perusahaan mematuhi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
Data IDNFinancials menunjukkan saham GOTO telah merosot 21,88 persen sejak awal tahun 2026, meskipun kapitalisasi pasarnya tetap menjadi yang kedua terbesar di sektor teknologi senilai Rp53,1 triliun. Dalam sepekan terakhir, investor asing melakukan penjualan bersih sebanyak 6,52 miliar lembar saham atau senilai Rp168,1 miliar.
Sentimen negatif pasar modal ini bertepatan dengan penguatan regulasi bagi mitra pengemudi yang diteken Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum GARDA Igun Wicaksono menekankan bahwa aturan pembagian hasil 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator harus dijalankan tanpa pengecualian.
"Beleid yang mengatur komisi bagi perusahaan aplikator ojol sebesar 8 persen harus dipatuhi secara konkret dan bertanggung jawab oleh seluruh perusahaan aplikator. Jangan coba dilanggar apa yang sudah diatur Presiden Prabowo," kata Igun dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/5).
Igun menyatakan asosiasinya akan memantau ketat implementasi di lapangan untuk mencegah adanya manipulasi oleh perusahaan penyedia aplikasi transportasi daring.
"Kami dari asosiasi akan melakukan monitoring secara serius dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran kepada Presiden maupun lembaga negara terkait," ujarnya.
GARDA menganggap kebijakan ini sebagai solusi atas ketimpangan ekonomi dalam sistem kemitraan digital selama ini. Pihaknya juga telah menyiapkan infrastruktur pelaporan bagi para pengemudi jika menemukan indikasi pelanggaran aturan.
"GARDA telah menyiapkan kanal khusus penyampaian bukti-bukti pelanggaran Perpres No.27 Tahun 2026. Seluruh laporan yang masuk akan kami verifikasi," kata Igun.
Di sisi lain, jumlah investor GOTO per 31 Maret 2026 justru mengalami kenaikan sebanyak 7.888 Single Investor Identification (SID) menjadi total 362.047 SID. Pemegang saham terbesar saat ini dikuasai oleh SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. sebesar 7,65 persen dan Taobao China Holding Limited sebesar 7,43 persen.
Kebijakan penyesuaian tarif ini pertama kali ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato peringatan Hari Buruh Internasional di Monas. Selain mengatur pendapatan, Perpres tersebut juga mewajibkan penyediaan jaminan sosial bagi para mitra pengemudi.
"Yang saya tadi bicara harus diberikan jaminan kecelakaan kerja, akan diberikan BPJS kesehatan asuransi kesehatan juga. Tadi pembagian pendapatan dari 80 persen untuk pengemudi sekarang jadi minimal 92 persen untuk pengemudi," ujar Prabowo.
Pemerintah juga memberikan peringatan keras kepada perusahaan aplikator yang tidak bersedia mengikuti ketentuan baru tersebut untuk meninggalkan pasar Indonesia. Saat ini, kepemilikan investor publik di GOTO masih mendominasi dengan porsi mencapai 76,61 persen.