Sejumlah Saham Blue Chip Terancam Keluar dari Indeks MSCI Mei 2026

Sejumlah Saham Blue Chip Terancam Keluar dari Indeks MSCI Mei 2026

Sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar asal Indonesia menghadapi risiko penghapusan dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada evaluasi rebalancing Mei 2026 mendatang. Kebijakan ini menyasar emiten yang dianggap memiliki konsentrasi kepemilikan saham sangat tinggi serta penurunan nilai kapitalisasi pasar yang signifikan.

Hasil rebalancing indeks global tersebut rencananya akan diumumkan pada Selasa (12/5/2026) waktu New York atau Rabu (13/5/2026) waktu Indonesia sebagaimana dilansir dari Money. MSCI menerapkan kriteria khusus terhadap kategori High Shareholding Concentration (HSC) dalam evaluasi terbaru kali ini.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, memproyeksikan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebagai emiten yang paling rentan terdepak. Isu kepemilikan terkonsentrasi menjadi hambatan utama bagi kedua perusahaan tersebut untuk bertahan dalam indeks.

"Saham BREN dan DSSA berpotensi dikeluarkan dari indeks MSCI paling cepat pada rebalancing Mei 2026," ujar Nafan.

Selain masalah konsentrasi kepemilikan, keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1 persen versi KSEI juga menunjukkan adanya penurunan Foreign Inclusion Factor (FIF) pada beberapa emiten lain. Kondisi ini membayangi posisi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

"Saham-saham yang berpotensi dikeluarkan dari indeks MSCI akibat rendahnya FIF berdasarkan keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen versi KSEI, AMMN, CUAN, dan CPIN," papar Nafan.

Evaluasi ini juga diperkirakan akan menyentuh emiten sektor ritel dan teknologi seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Nafan mencatat kemungkinan adanya perpindahan kategori bagi saham tertentu agar tetap berada dalam ekosistem MSCI.

"May-26 rebalancing preview is expected on BREN, DSSA, AMRT & GOTO removals. Especially AMRT diprediksikan akan dipindahkan dari Global Standard Index ke Small Cap Index," tukas Nafan.

Azharys Hardian, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), menjelaskan bahwa dinamika rebalancing ini telah memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Potensi keluarnya BREN dan DSSA dikhawatirkan akan memicu penarikan dana dari investor pasif.

Penurunan kapitalisasi pasar secara year to date (Ytd) turut menjadi indikator krusial bagi kelangsungan saham AMMN dan CUAN di dalam indeks tersebut. Azharys menyoroti koreksi tajam yang dialami kedua emiten tersebut sepanjang tahun berjalan.

"Selain ada saham yang berpotensi keluar juga yaitu AMMN dan CUAN, ini menyangkut dari sisi market Cap mereka yang turun masing masing 36 persen dan 55 persen secara Ytd," ungkap Azharys.

Pengumuman ini sangat dinantikan oleh para pelaku pasar karena dampaknya yang besar terhadap arus modal asing di bursa domestik. Keputusan akhir MSCI akan menentukan arah pergerakan dana luar negeri di pasar modal Indonesia pada periode mendatang.

"Sehingga market mengantisipasi pengumuman evaluasi karena cukup penting terhadap foreign flow," lanjut Azharys.

Artikel terkait

Rekomendasi