Saham Inggris Melemah Akibat Kekhawatiran Inflasi dan Perlambatan Bisnis

Saham Inggris Melemah Akibat Kekhawatiran Inflasi dan Perlambatan Bisnis

Pasar saham utama London mengalami penurunan pada hari Kamis akibat rilis data ekonomi yang melemah dan ketidakpastian konflik di Timur Tengah yang menekan sentimen investor.

Indeks acuan FTSE 100 tercatat merosot 0,43 persen pada jam 11:15 pagi GMT, meskipun indeks saham berkapitalisasi menengah FTSE 250 mampu menguat tipis 0,18 persen.

Sikap berhati-hati para pelaku pasar dipicu oleh laporan ketegangan Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi tidak terselesaikan setelah Pemimpin Agung Iran menginstruksikan agar uranium yang mendekati tingkat senjata milik negara tersebut tidak dikirim ke luar negeri.

Kondisi konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga minyak, sehingga memperbesar kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama dari perkiraan.

Kekhawatiran tersebut diperparah oleh data survei terbaru yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan Inggris mengalami penurunan aktivitas paling meluas dalam lebih dari setahun akibat dampak ekonomi dari perang dan ketidakpastian politik domestik.

Penilaian terhadap situasi ekonomi ini disampaikan oleh Paul Dales, kepala ekonom Inggris di Capital Economics, yang menyatakan bahwa angka terbaru mungkin mengindikasikan tekanan inflasi yang persisten belum sepenuhnya terbentuk.

“These figures lend some tentative support to other evidence that suggests the conditions for a long period of high inflation are not in place,” kata Paul Dales, kepala ekonom Inggris di Capital Economics seperti dikutip dalam laporan Reuters.

Sebelumnya, data resmi pemerintah menunjukkan angka inflasi Inggris pada bulan April berjalan lebih lunak dari perkiraan, sementara data terpisah menunjukkan tingkat pengangguran bergerak sedikit lebih tinggi.

Kelemahan ekonomi tambahan juga muncul dari sektor manufaktur berdasarkan data Confederation of British Industry yang memperlihatkan pesanan pabrik pada bulan Mei menyusut dengan laju tercepat sejak September 2020.

Di tengah pelemahan indeks utama, saham Auto Trader Group merosot 9,1 persen setelah melaporkan pertumbuhan penjualan yang melambat dan menjadi pelemah terbesar di FTSE 100.

Sektor peralatan dan layanan medis juga turun 2,7 persen akibat saham Convatec yang anjlok 7,9 persen setelah produsen peralatan medis tersebut memperingatkan adanya tekanan pada margin keuntungan perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi