Saham Semikonduktor AS Dorong Rekor Baru S&P 500 dan Nasdaq

Saham Semikonduktor AS Dorong Rekor Baru S&P 500 dan Nasdaq

Lonjakan saham sektor semikonduktor yang dipicu oleh tingginya permintaan kecerdasan buatan atau AI berhasil membawa indeks utama di bursa saham Amerika Serikat ke level tertinggi baru. Seperti dikutip dari Investasi, indeks S&P 500, Nasdaq, dan Russell 2000 secara bersamaan menembus rekor intraday pada perdagangan hari Selasa.

Kenaikan signifikan dipimpin oleh saham Micron yang melesat hingga 19 persen. Performa ini membuat nilai pasarnya menyentuh angka US$ 1 triliun untuk pertama kalinya setelah target harga saham mereka dinaikkan oleh UBS dari US$ 535 menjadi US$ 1.625.

Aktivitas pasar modal AS tetap melaju positif karena ditopang oleh kinerja pendapatan perusahaan yang solid serta optimisme tinggi terhadap perdagangan berbasis AI. Sentimen positif ini mampu meredam kekhawatiran pelaku pasar atas ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.

Fokus para investor kini mulai beralih pada rencana penawaran umum perdana atau IPO dari sejumlah perusahaan AI swasta berskala besar, termasuk SpaceX.

"Bagi kami yang sudah bekerja selama itu, reli teknologi yang kita lihat tahun ini mengingatkan kita pada booming di akhir tahun 1990-an," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi Northlight Asset Management.

"Ada juga kemungkinan bahwa beberapa pelajaran yang dipetik setelah gelembung teknologi meledak lebih dari 25 tahun yang lalu akan mencegah hal yang sama terjadi lagi."

Kondisi pasar juga mendapatkan angin segar setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa kesepakatan penghentian konflik dengan Teheran berpeluang tercapai dalam beberapa hari. Di sisi lain, kantor berita Tasnim mengabarkan adanya upaya dari pihak Teheran untuk mencairkan dana Iran senilai US$ 24 miliar yang dibekukan di luar negeri.

"Meskipun perang belum berakhir, kemungkinan besar situasi akan terselesaikan secara damai secepatnya," kata Adam Sarhan, kepala eksekutif 50 Park Investments.

"Namun kenyataannya, pendapatan diperkirakan akan tumbuh meskipun inflasi tinggi. Ekonomi masih tumbuh, dan pasar sebagian besar mencerminkan ekonomi."

Sementara itu, harga minyak mentah Brent mencatatkan kenaikan sekitar 4 persen setelah militer AS meluncurkan serangan di wilayah Iran. Peristiwa ini memicu ketidakpastian baru mengenai kelancaran arus pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz.

Di sektor korporasi lainnya, saham Qualcomm menguat hampir 4,5 persen menyusul laporan mengenai kesepakatan pasokan chip dengan pemilik TikTok, ByteDance. Saham Marvell Technology juga menutup sesi perdagangan dengan penguatan sebesar 6 persen.

Sinyal positif ini membawa Indeks Semikonduktor SE Philadelphia melonjak 5,5 persen hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Berdasarkan data LSEG, pertumbuhan pendapatan emiten pada kuartal pertama tahun ini diproyeksikan mencapai 29 persen secara tahunan. Angka perkiraan ini meningkat tajam dibandingkan prediksi bulan lalu yang berada di level 16,1 persen.

Pada penutupan perdagangan, indeks S&P 500 membukukan 42 rekor tertinggi baru dalam periode 52 minggu dan satu rekor terendah baru. Pada saat yang sama, indeks Nasdaq Composite mencatatkan 185 rekor tertinggi baru berbanding 70 rekor terendah baru.

Artikel terkait

Rekomendasi