Saham SoftBank Melonjak 18 Persen Dorong Rekor Baru Nikkei 225

Saham SoftBank Melonjak 18 Persen Dorong Rekor Baru Nikkei 225

Saham SoftBank Group melonjak 18,44 persen pada Kamis, 7 Mei 2026, memicu reli sektor teknologi yang membawa indeks Nikkei 225 ke rekor tertinggi sepanjang masa setelah libur panjang Golden Week. Investor berbondong-bondong mengoleksi aset teknologi Jepang guna mengejar momentum kenaikan saham kecerdasan buatan (AI) di pasar global.

Sektor manufaktur peralatan chip turut mencatat penguatan signifikan dengan Advantest naik hampir 7 persen dan Tokyo Electron melonjak 9 persen. Sementara itu, penyedia solusi chip Renesas Electronics mencatat kenaikan lebih dari 13 persen seiring optimisme pasar terhadap infrastruktur data center.

Lonjakan di bursa Tokyo ini mengikuti performa kuat Nasdaq Composite di Wall Street yang mencapai rekor baru. Saham-saham terkait AI di Amerika Serikat seperti Advanced Micro Devices Inc. naik 18,6 persen, Arm Holdings meningkat 13 persen, dan Super Micro Computer melonjak 24,5 persen.

Strategis investasi Global X ETFs, Billy Leung menjelaskan bahwa pasar Jepang sempat ditutup saat aset berisiko global menguat. Pergerakan hari ini merupakan upaya Nikkei untuk menyesuaikan harga dari akumulasi tiga sesi perdagangan selama bursa Tokyo tutup.

"Japan was shut for the back end of Golden Week while global risk assets ripped, so today's move is the Nikkei pricing in three sessions in one," kata Billy Leung.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai titik tertinggi baru saat Tokyo libur, yang dipimpin oleh sektor semikonduktor dan nama-nama besar di bidang AI. Menurut analisisnya, Advantest dan Tokyo Electron menjadi instrumen paling likuid bagi investor untuk masuk ke perdagangan semikonduktor AI di Jepang.

"SPX hit a fresh record and Nasdaq made another all-time high while Tokyo was closed, led by semis and AI names," tutur Billy Leung.

Sentimen pasar juga didukung oleh meredanya kekhawatiran geopolitik yang ditandai dengan penurunan harga minyak menyusul sinyal deeskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Khusus untuk SoftBank, penguatan sahamnya diperkuat oleh hubungan erat perusahaan dengan Arm dan OpenAI.

"SoftBank is effectively the listed proxy for OpenAI and Arm," ujar Billy Leung.

Kepala semikonduktor dan infrastruktur di The Futurum Group, Rolf Bulk menyatakan bahwa reli ini mencerminkan optimisme terhadap prospek permintaan jangka panjang untuk infrastruktur AI. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari kinerja saham AI yang kuat di AS dan reaksi terhadap laporan kuartalan AMD.

"I think it's partly a continuation rally on the back of the strong AI-related share performance in the U.S. yesterday, as well as a reaction to AMD's quarterly report, which has strong read-across for Arm," kata Rolf Bulk.

Unit pemrosesan pusat (CPU) memegang peranan penting dalam beban kerja inferensi AI, termasuk menangani sandbox agen, server orkestrasi, serta lapisan API. Seiring meningkatnya permintaan untuk AI inferensi dan sistem agen, CPU pusat data telah menjadi salah satu hambatan utama dalam pembangunan infrastruktur AI.

"CPUs are important for AI inference workloads; they handle for instance agent sandboxes, orchestration servers, database and API layers. With inference and agentic AI demand increasing, datacenter CPUs have become one of the key bottlenecks in the AI infrastructure build-out," jelas Rolf Bulk.

Data dari AMD memproyeksikan bahwa total pasar yang dapat disasar untuk CPU pusat data dapat mencapai 120 miliar dolar AS pada tahun 2030. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan tahunan yang diprediksi mencapai lebih dari 35 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi