Bursa saham Wall Street menghentikan rentetan kemenangan selama sembilan minggu berturut-turut pada Jumat (5/6) setelah saham sektor teknologi mengalami kejatuhan harian terbesar sejak April 2025. Penurunan tajam ini dipicu oleh rilis laporan pekerjaan Mei yang kuat, sehingga menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan agresif Federal Reserve AS.
Aksi jual besar-besaran berpusat pada saham cip dan sektor teknologi favorit lainnya yang sempat melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan nilai pasar sektor ini dilansir dari Investasi, setelah Indeks Komposit Nasdaq dan S&P 500 berulang kali mencetak rekor tertinggi baru sebelum akhirnya anjlok.
Ketiga indeks utama AS ditutup merosot tajam dengan sektor semikonduktor memimpin pelemahan. Indeks Semikonduktor Philadelphia SE mencatat penurunan persentase satu hari terbesar sejak Maret 2020 dan menghapus kapitalisasi pasar lebih dari US$1 triliun, sementara S&P 500 menyudahi tren kenaikan mingguan terpanjangnya sejak Desember 2023.
Kepala strategi pasar di Carson Group di Omaha, Ryan Detrick memberikan analisis mengenai situasi runtuhnya pertahanan pasar saham tersebut.
"Setelah rekor kenaikan yang kita lihat selama sembilan minggu terakhir di pasar saham, khususnya teknologi dan semikonduktor, bendungan itu jebol hari ini," kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group di Omaha.
Detrick menambahkan bahwa data ketenagakerjaan yang tangguh menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan modal dan respons negatif dari para pelaku pasar.
"Jelas, laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan menempatkan The Fed dalam posisi sulit terkait pemotongan suku bunga untuk sisa tahun ini. Dan pasar bereaksi dengan menghantam saham-saham yang paling diuntungkan sejauh ini." tambah Ryan Detrick.
Sentimen negatif menjelang akhir pekan juga diperberat oleh kenaikan suku bunga dan konflik geopolitik Iran. Meski demikian, sejumlah investor tetap memproyeksikan bahwa sektor teknologi memiliki ruang untuk kembali menguat setelah tekanan ini mereda.
Kepala strategi ekuitas di Wells Fargo, Ohsung Kwon menilai pergerakan turun ini lebih dipengaruhi oleh faktor teknis posisi jenuh beli dibandingkan pelemahan fundamental.
"Reaksi pasar hari ini lebih didorong oleh posisi daripada fundamental," kata Ohsung Kwon, kepala strategi ekuitas di Wells Fargo.
Kwon juga menegaskan bahwa koreksi yang terjadi pada saham-saham cip bukan menandakan berakhirnya periode pertumbuhan sektor tersebut.
"Sektor semikonduktor terlalu jenuh beli. Itulah mengapa kita melihat aksi jual. Saya rasa ini bukan akhir dari pasar bullish semikonduktor." tambah Ohsung Kwon.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 172.000 pekerjaan pada bulan Mei, angka yang melampaui dua kali lipat prediksi analis, dengan tingkat pengangguran stabil di 4,3%. Data ekonomi yang kuat ini memupus harapan investor akan adanya penurunan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Berdasarkan data alat FedWatch CME, pasar finansial kini mengantisipasi peluang sebesar 42,7% untuk kenaikan suku bunga pada akhir pertemuan The Fed bulan Desember. Tekanan inflasi sistemik juga dikhawatirkan meningkat akibat ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz dan konflik energi di Timur Tengah.
Di bidang geopolitik, Iran menegaskan kembali dukungan bagi Hizbullah serta menuntut penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan. Kondisi tersebut mempersulit negosiasi damai yang sedang diupayakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, meskipun intensitas serangan udara kedua pihak telah berkurang.
Pada penutupan perdagangan, Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 695,15 poin atau 1,35% ke level 50.866,78. S&P 500 kehilangan 200,57 poin atau 2,64% menjadi 7.383,74, dan Nasdaq Composite anjlok 1.121,53 poin atau 4,18% ke posisi 25.709,43.
Sektor teknologi S&P 500 jatuh 5,8% dipimpin penurunan Nvidia sebesar 6,2%, sementara Intel, Micron, AMD, dan Broadcom merosot antara 7,9% hingga 13,3%. Di sisi lain, Lululemon Athletica anjlok 8,6% setelah memangkas proyeksi laba, sedangkan Cooper Companies melonjak 8,6% karena melampaui estimasi kuartalan.
Saham kripto Coinbase dan Strategy turut melemah masing-masing 7,1% dan 6,9% akibat penurunan bitcoin sebesar 4,1%. Sementara itu, S&P Global memastikan tidak mengubah aturan kelayakan indeks utamanya, sehingga menutup peluang masuknya SpaceX milik Elon Musk pasca-IPO.
Pengumuman hasil penyeimbangan ulang oleh S&P Dow Jones Indices akan dilakukan setelah pasar tutup, dengan Marvell Technology menjadi salah satu kandidat kuat. Pada akhir sesi, volume perdagangan di bursa AS mencapai 22,89 miliar saham, di atas rata-rata 20 hari perdagangan terakhir sebesar 20,29 miliar saham.