BEI Tetapkan Saham WBSA Masuk Kategori Konsentrasi Kepemilikan Tinggi

BEI Tetapkan Saham WBSA Masuk Kategori Konsentrasi Kepemilikan Tinggi

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi memasukkan saham PT BSA Logistic Tbk (WBSA) ke dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) pada Rabu (13/5/2026). Langkah ini diambil setelah bursa menemukan fakta bahwa struktur kepemilikan emiten pertama tahun 2026 tersebut sangat terkonsentrasi pada pihak tertentu.

Data bursa menunjukkan tingkat konsentrasi kepemilikan pada WBSA mencapai angka 95,82 persen dari total saham keseluruhan. Status HSC ini menjadi indikasi kuat bahwa mayoritas saham, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat, dikuasai oleh kelompok atau afiliasi khusus, sebagaimana dilansir dari Suara.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, memberikan klarifikasi bahwa penetapan status HSC bukan berarti emiten melakukan pelanggaran aturan. Menurutnya, WBSA secara administratif telah memenuhi syarat initial public offering (IPO), termasuk ketentuan free float minimal 15 persen.

"Setelah IPO baru dihitung. Free float-nya cukup, tapi kemudian kita lihat ternyata ada konsentrasi kepemilikan. Ini menjadi informasi penting atau early warning bagi investor karena saham kategori ini sangat rentan terhadap volatilitas harga," ujar Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK.

Otoritas menekankan bahwa struktur kepemilikan yang sangat padat pada segelintir pihak tersebut memicu risiko volatilitas tinggi di pasar. Kondisi ini membuat pergerakan harga saham menjadi sangat sensitif karena minimnya jumlah saham yang beredar aktif di masyarakat luas.

Pihak Bursa Efek Indonesia menyatakan komitmennya untuk memantau aktivitas transaksi saham WBSA secara intensif. Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyebutkan pengawasan mencakup seluruh tahapan distribusi saham sejak masa penawaran perdana hingga transaksi di pasar sekunder.

Investor kini diminta untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait saham yang masuk kategori HSC. Kurangnya likuiditas akibat dominasi kepemilikan oleh afiliasi tertentu membuat harga saham cenderung mudah mengalami kenaikan atau penurunan secara drastis dalam waktu singkat.

Artikel terkait

Rekomendasi