Sampah Menggunung di Cakung Sumbat Jalan dan Picu Kemacetan Lalu Lintas

Sampah Menggunung di Cakung Sumbat Jalan dan Picu Kemacetan Lalu Lintas

Tumpukan sampah terpantau menggunung di tempat pembuangan sementara yang berlokasi di dekat Jalan Radjiman, Cakung, Jakarta Timur. Berdasarkan pantauan, ketinggian timbunan limbah tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar dua meter.

Kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah armada truk beserta alat berat disiagakan untuk mengangkut material sampah. Akibat proses evakuasi yang sedang berjalan dan sebagian limbah yang meluber hingga ke badan jalan, para pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan mereka.

Dikutip dari Megapolitan, aroma menyengat yang berasal dari lokasi pembuangan juga dikeluhkan oleh warga sekitar yang sedang beraktivitas di area danau. Seorang warga setempat bernama Wiwi (37) mengungkapkan bahwa situasi penumpukan ini telah berlangsung selama kurang lebih tiga minggu terakhir.

Menurut penuturannya, proses pengangkutan limbah dari lokasi tersebut sejauh ini berjalan dengan frekuensi yang sangat terbatas.

"Ini udah lama numpuk, sekitar tiga minggu mah ada ini," ucap Wiwi saat ditemui di lokasi, Jumat.

Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti hal yang menjadi penyebab utama dari penumpukan limbah tersebut. Menurut pengamatannya, aktivitas pembersihan di area tersebut tidak berjalan secara rutin setiap hari.

"Kadang tiga hari satu kali angkut, ya numpuk," imbuh dia.

Masyarakat setempat dilaporkan sudah berulang kali menyampaikan keberatan mereka, namun tindakan penanganan yang diambil dinilai belum berjalan secara optimal.

"Protes sering. Selain tumpukan, juga banyak gerobak sampah yang diparkir sampai juga di pinggir, itu bikin macet kalau sore," jelas dia.

Merespons situasi tersebut, pihak otoritas wilayah memberikan penjelasan mengenai kendala logistik yang dihadapi dalam penyaluran pembuangan akhir.

Kendala Kuota Pembuangan ke Bantargebang

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung, Encep, memberikan klarifikasi bahwa penumpukan terjadi lantaran adanya pembatasan volume pembuangan menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Penumpukan karena kuota buang ke Bantargebang dibatasi," ujar Encep.

Guna mengatasi persoalan ini, petugas kebersihan dilaporkan telah mulai melakukan pembersihan secara bertahap demi memangkas volume timbunan di lokasi.

"Hari ini pengangkutan 9 armada besar, untuk mengurangi tumpukan sampah. Untuk waktu belum bisa dipastikan tapi kami minta bantu lagi ke Sudin," tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi