Samuel Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di level 7.500 pada tahun ini dalam skenario dasar (base scenario). Target ini disampaikan oleh Head of Research Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi, dalam forum Media Connect di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).
Penetapan target tersebut dilansir dari Market berdasarkan asumsi pertumbuhan laba (earnings growth) sebesar 2 persen. Selain itu, proyeksi ini mencakup fair price to earnings ratio (P/E) multiple di level 12,3 kali serta earnings per share (EPS) pada angka 606,7.
Prasetya Gunadi menjelaskan bahwa kondisi makroekonomi, khususnya pergerakan nilai tukar rupiah, menjadi fondasi utama asumsi tersebut. Skenario dasar ini mematok rupiah pada level Rp17.500 per dolar AS, sementara skenario terburuk (bearish) menempatkan IHSG di posisi 6.300 jika rupiah melemah melampaui Rp18.000.
"Begitu US$/IDR-nya lebih dari Rp18.000, ini pasti berpengaruh juga ke sektor consumer staples. Dari banks juga pasti terdampak di asset quality. Selain itu kita juga melihat dari harga minyak. Karena kalau -3% ini kita asumsi harga minyak sudah lebih dari US$120 per barel," ujar Prasetya Gunadi, Head of Research Samuel Sekuritas.
Tekanan pada rupiah dan harga minyak yang bertahan di level US$90 per barel akibat ketegangan geopolitik menjadi alasan sekuritas menurunkan target dari proyeksi sebelumnya.
"Sebenarnya bullish case kita itu awalnya base kita. Awalnya targetnya di 5% earnings growth, kita turunkan ke 2%. Jadi kita turunkan satu tingkat. Alasan pertama karena rupiah, harga minyak juga," jelas Prasetya Gunadi, Head of Research Samuel Sekuritas.
Dalam daftar rekomendasi saham, Samuel Sekuritas menyematkan rating buy untuk ANTM dengan target harga Rp4.600. Saham BUMI juga direkomendasikan beli dengan target Rp300 menyusul dampak akuisisi perusahaan tambang Wolfarm Limited yang mulai berkontribusi tahun ini.
"Ke depannya mereka ini menargetkan 2029-2030 kontribusi dari emasnya itu bisa fifty-fifty dengan batu bara. Transformasi dari batu bara ke emasnya ini akan membantu mereka bisa re-rating ke depan," jelas Prasetya Gunadi, Head of Research Samuel Sekuritas.
Selanjutnya, saham BULL direkomendasikan beli dengan target harga Rp700 karena dinilai tidak terdampak penutupan selat Hormuz dan mendapat keuntungan dari kenaikan tarif sewa kapal (charter rates).
"Oleh sebab itu kita lihat EBITDA itu bisa naik 3 kali lipat, dan earnings mereka bisa naik 7 kali lipat tahun ini karena ada penambahan armada tersebut, serta rates mereka yang naik 200% lebih karena adanya perang sekarang," jelas Prasetya Gunadi, Head of Research Samuel Sekuritas.
Emiten konsumer INDF turut masuk dalam daftar beli dengan target harga Rp7.900 karena sentimen positif kenaikan harga CPO. Terakhir, saham SILO direkomendasikan sebagai pilihan defensif dengan target harga Rp3.000 yang didukung oleh ekspansi kapasitas tempat tidur rumah sakit.
| Skenario | Level IHSG | Earnings Growth | Asumsi Rupiah (per USD) |
|---|---|---|---|
| Optimis (Bullish) | 8.000 | 5% | < Rp17.000 |
| Dasar (Base) | 7.500 | 2% | Rp17.500 |
| Lemah (Bearish) | 6.300 | -3% | > Rp18.000 |