Seekor sapi jenis Brangus seberat 1,1 ton milik Presiden Prabowo Subianto yang berada di peternakan kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, akan dikurbankan pada Idul Adha mendatang. Hewan ternak bernama Sambo tersebut telah terpilih melalui proses seleksi ketat sejak April 2026, sebagaimana dilansir dari Megapolitan pada Kamis (14/5/2026).
Pemilik peternakan, Muhammad Rozi, menjelaskan bahwa bobot sapi tersebut kemungkinan telah bertambah sejak penimbangan terakhir bulan lalu. Sapi ini memiliki ciri fisik berupa bulu hitam mengilap dengan tinggi badan mencapai 160 sentimeter dan panjang tiga meter.
"Bobotnya itu sudah ditimbang 1,1 ton di bulan April kemarin. Mungkin sekarang sudah lebih dari 1.100 kilo. Tinggi 160 sentimeter (cm) dan panjangnya tiga meter," ujar Rozi, Pemilik Peternakan.
Rozi menceritakan bahwa sapi tersebut sudah ia rawat selama tiga tahun terakhir sejak didatangkan dari Jawa Timur pada tahun 2023. Saat itu, nama Sambo disematkan secara spontan karena penampakan fisik sapi yang terlihat gahar.
"Pas sapi saya datang, saya bilang ‘wah seperti Sambo nih, seram’. Ya sudah keterusan sampai sekarang namanya Sambo," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Pemberian nama tersebut diakuinya terinspirasi dari ketegangan kasus hukum mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. Meski memiliki nama yang identik dengan kesan menyeramkan, perilaku sapi tersebut justru dikenal sangat jinak.
"Orangnya sih tidak begitu seram, cuma kasusnya yang seram. Sambo, Sambo begitu. Kita tidak mau tahu cerita orangnya bagaimana, tetapi kita kalau mengingat kasusnya seperti seram. Sudah begitu, saya ingat sapi saya, saya namai Sambo begitu," jelas Rozi, Pemilik Peternakan.
Keseharian sapi raksasa ini diisi dengan rutinitas perawatan intensif, termasuk pembersihan tubuh dua kali sehari untuk menjaga higienitas. Rozi menegaskan bahwa hewan ini sangat suka berinteraksi dan tidak agresif terhadap manusia.
"Dia tidak agresif. Malah kolokan, maunya diusap-usap," ujar Rozi, Pemilik Peternakan.
Rozi juga terus menjaga kondisi fisik Sambo melalui asupan nutrisi yang melimpah, mencakup 20 kilogram rumput, 30 kilogram ampas tahu, hingga konsentrat dan singkong. Untuk memenuhi kebutuhan cairan, sapi ini sanggup menghabiskan puluhan liter air setiap hari.
"Sehabis mandi tuh dikasih makan rumput 20 kilogram (kg) sehari. Kalau sudah jam 14.00 WIB, makanannya ampas tahu sekitar 30 kilo sehari. Konsentrat satu kilo, singkong bisa tiga kilo," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Sapi yang dibeli oleh Presiden Prabowo seharga Rp 122 juta ini membawa kebanggaan tersendiri bagi sang peternak. Rozi merasa usaha perawatannya selama bertahun-tahun terbayar dengan terpilihnya Sambo sebagai hewan kurban RI 1.
"Alhamdulillah, rasanya bangga. Berarti tidak sia-sia merawat sapi sampai akhirnya terpilih untuk RI 1," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Kesehatan Sambo akan dipantau secara berkala melalui serangkaian tes laboratorium mulai dari pengambilan sampel darah hingga kotoran sepekan sebelum hari penyembelihan. Jika dinyatakan lolos pada pemeriksaan kesehatan kedua, sapi ini dipastikan akan dipotong di wilayah Kota Tangerang.
"Kalau sekarang nih dikirimin nanti Insya Allah ke Kota Tangerang. Tapi belum tau pastinya di mana," ucap Rozi, Pemilik Peternakan.