Presiden Prabowo Subianto memilih sapi jenis Brangus berbobot 1,1 ton dari seorang peternak di Kota Tangerang sebagai hewan kurban untuk Idul Adha 2026. Sapi bernama Sambo tersebut kini menjalani perawatan intensif guna memastikan kondisi kesehatannya tetap prima sebelum hari penyembelihan.
Dilansir dari Megapolitan, sapi dengan panjang 3 meter dan tinggi 160 sentimeter ini dirawat secara khusus oleh Muhammad Rozi (53). Setiap harinya, Rozi memulai aktivitas pemeliharaan sejak pagi hari dengan membersihkan kandang dan memandikan hewan ternak tersebut.
"Kalau pagi, sekitar jam 08.00 WIB biasanya kandang dibersihin dulu, terus dimandiin, di sikat-sikat. Ya paling ada sekitar 10 menit buat dimandiin, enggak lama. Habis itu baru dikasih makan," ujar Rozi, Pemilik Peternakan.
Asupan nutrisi sapi yang dibeli seharga Rp 122 juta ini diatur dengan ketat melalui kombinasi rumput, ampas tahu, singkong, dan konsentrat. Rozi memberikan porsi makan yang jauh lebih banyak dibandingkan sapi-sapi lainnya di peternakan tersebut.
"Itu untuk makan paginya saja, sarapanlah. Kalau siang beda lagi. Biasanya jam 14.00 WIB kita kasih untuk sampai malam," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Peternak asal Tangerang ini mengungkapkan kekhawatirannya akan risiko penyakit cacing yang dapat menggugurkan status kelayakan kurban. Sambo sendiri telah melewati seleksi tahap awal pada April 2026 dan dijadwalkan menjalani tes ulang sepekan sebelum hari raya.
"Takutnya ada cacing terus enggak jadi dikurbankan. Sudah lolos seleksi hewan kurban presiden yang pertama pada April 2026 tapi nanti dites ulang lagi jelang seminggu Idul Adha," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Selain menjaga kebersihan, komposisi pakan harian Sambo mencakup 30 kilogram ampas tahu dan 3 kilogram singkong. Pola makan ini dipantau secara rutin agar bobot dan kebugaran sapi tetap terjaga di bawah pengawasan ketat.
"Makanannya ampas tahu sekitar 30 kilogram (kg) sehari. Konsentrat satu kg, singkong bisa tiga kg," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Peningkatan perhatian diberikan Rozi setelah sapinya resmi dipesan oleh RI 1 guna menjamin standar kualitas hewan kurban kepresidenan. Pemeriksaan medis secara berkala menjadi agenda rutin di area peternakan saat ini.
"Sekarang lebih dijaga lagi karena buat kurban Presiden. Kebersihan sama makanannya benar-benar diperhatikan," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Pemilik peternakan mengaku merasa terhormat karena hasil jerih payahnya merawat sapi membuahkan hasil yang membanggakan. Penamaan unik sapi tersebut diakui terinspirasi dari peristiwa hukum yang sempat ramai di Indonesia beberapa tahun silam.
"Alhamdulillah, rasanya bangga. Berarti enggak sia-sia ngerawat sapi sampai akhirnya terpilih untuk RI 1," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Kini kandang milik Rozi sering didatangi warga sekitar yang ingin melihat langsung ukuran jumbo sapi pilihan Presiden. Meski menjadi pusat perhatian, Rozi berkomitmen untuk tidak membiarkan kerumunan warga mengganggu ketenangan hewan kurban tersebut.
"Sekarang jadi ramai. Banyak yang penasaran lihat Sambo karena namanya juga unik," kata Rozi, Pemilik Peternakan.
Langkah antisipasi dilakukan agar Sambo tidak mengalami stres akibat interaksi berlebihan dengan pengunjung. Fokus utama peternak saat ini adalah memastikan transisi menuju hari Idul Adha berjalan tanpa hambatan kesehatan.
"Yang penting sapinya tetap sehat sampai hari H," ucap Rozi, Pemilik Peternakan.