Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Muda-mudi di Kawasan Waduk Keliling

Satpol PP Aceh Besar Tertibkan Muda-mudi di Kawasan Waduk Keliling

Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Besar melakukan patroli dan pembinaan terhadap sejumlah muda-mudi di kawasan wisata Waduk Keliling, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu (10/5/2026).

Tindakan tersebut diambil setelah adanya laporan masyarakat mengenai aktivitas remaja yang berkumpul hingga waktu magrib, yang dinilai tidak selaras dengan norma syariat Islam di lingkungan tersebut. Lokasi wisata ini dilaporkan kerap ramai dikunjungi muda-mudi, terutama pada hari libur.

Kasi Penyidik Satpol PP dan WH Aceh Besar, Darwadi, menyatakan bahwa banyak warga yang merasa terganggu dengan keberadaan pasangan-pasangan di lokasi tersebut saat menjelang malam.

"Banyak warga mengeluhkan masih adanya pasangan muda-mudi yang nongkrong hingga magrib di lokasi wisata tersebut," ujar Darwadi.

Dalam pelaksanaan patroli tersebut, petugas menemukan sejumlah pengunjung masih berada di lokasi saat hari mulai gelap. Selain masalah waktu berkunjung, petugas juga mengidentifikasi beberapa individu yang mengenakan pakaian yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan syariat.

"Kita langsung berikan pembinaan dan teguran secara humanis di lokasi serta mengarahkan para pengunjung untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Hal ini kita lakukan guna menghindari hal-hal yang dapat melanggar ketentuan syariat," kata Darwadi.

Operasi pengawasan ini merujuk pada penegakan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Akidah, Ibadah dan Syiar Islam, serta Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Pihak Satpol PP dan WH berencana meningkatkan pengawasan rutin di berbagai titik keramaian lainnya.

"Kami mengedepankan langkah pembinaan dan pencegahan. Petugas memberikan imbauan secara persuasif agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih menjaga perilaku dan berpakaian sesuai syariat Islam," katanya.

Darwadi juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mengontrol aktivitas anak-anak mereka di ruang publik demi menjaga nilai-nilai lokal tetap terjaga.

"Kami berharap adanya peran bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga dalam menjaga nilai-nilai syariat Islam di Aceh Besar," demikian Darwadi.

Artikel terkait

Rekomendasi