Maskapai penerbangan bertarif rendah Scoot akan membuka rute baru yang menghubungkan Singapura dengan Pontianak mulai 29 Juni 2026 mendatang. Ekspansi ini dilakukan sebagai langkah strategis anak usaha Singapore Airlines tersebut untuk memperkuat konektivitas di pasar Indonesia di tengah tantangan harga bahan bakar avtur.
Dilansir dari Ekonomi, langkah ini menyusul pembukaan rute langsung ke Bangka Belitung pada 3 Mei 2026. Penambahan jalur ke Kalimantan Barat tersebut menjadikan Pontianak sebagai destinasi ke-17 yang dilayani oleh Scoot di wilayah Indonesia, dengan total frekuensi mencapai 150 penerbangan setiap pekannya.
Chief Commercial Officer Scoot Calvin Chan menjelaskan bahwa saat ini maskapai telah menjangkau 85 destinasi di 18 negara melalui berbagai jenis layanan penerbangan. Ekspansi di kawasan Asia Pasifik tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam rencana pertumbuhan jaringan global mereka.
"Di Asia Pasifik sendiri, khususnya di Indonesia, kami akan tambah destinasi baru yaitu Pontianak, mulai akhir Juni 2026," ujar Calvin Chan, Chief Commercial Officer Scoot.
Calvin menegaskan pentingnya pasar Indonesia yang menjadi penyumbang terbesar bagi keseluruhan jaringan maskapai. Berbeda dengan induk usahanya yang fokus pada kota utama, Scoot menyasar kota-kota sekunder untuk menangkap tingginya permintaan perjalanan wisata, bisnis, hingga ibadah ke Jeddah.
"Pelancong mungkin kesulitan untuk menuju destinasi tersebut karena tidak ada layanan penerbangan yang menuju ke destinasi tersebut. Jadi kita ‘jemput bola’ menyediakan layanan yang jauh lebih terintegrasi," tambah Calvin Chan, Chief Commercial Officer Scoot.
Untuk rute Singapura-Pontianak, Scoot menjadwalkan penerbangan tiga kali seminggu menggunakan pesawat Embraer E190-E2 berkapasitas 112 kursi. Penggunaan pesawat pabrikan Brasil ini diklaim lebih efisien karena tingkat pembakaran bahan bakar yang 25 persen lebih rendah dibandingkan model lainnya.
Selain pembukaan rute baru, Scoot juga meningkatkan frekuensi penerbangan ke beberapa kota pada Juni 2026. Layanan ke Jakarta dan Bali meningkat menjadi lima kali seminggu, rute Manado menjadi terbang setiap hari, sementara frekuensi ke Lombok melonjak signifikan dari empat kali menjadi sepuluh kali per minggu.