PT Bank Seabank Indonesia mengumumkan perolehan laba bersih sebesar Rp 375,6 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, Rabu (20/5/2026). Capaian tersebut melonjak pesat hingga 288 persen secara tahunan (yoy) sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan positif sejak akhir tahun lalu.
Kenaikan laba bersih yang signifikan ini ditopang oleh diversifikasi pendapatan bank. Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang dilansir dari Keuangan, efektivitas bisnis tersebut juga berhasil menaikkan rasio pengembalian aset (return on assets/ROA) perusahaan hingga menyentuh angka 4,01 persen.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley menjelaskan bahwa hasil positif ini diperoleh berkat layanan yang menargetkan kebutuhan transaksi harian masyarakat secara efektif.
"Angka pertumbuhan ini adalah cerminan dari solusi nyata yang kami tawarkan. SeaBank telah menjadi rekan yang membantu masyarakat bertransaksi dengan lebih mudah dan cepat. Kami akan terus menjaga momentum ini," kata Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia.
Hingga periode kuartal I-2026, total aset SeaBank tercatat melesat 33 persen secara tahunan menjadi Rp 49,7 triliun. Pada saat yang sama, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 44,58 persen yoy hingga mencapai Rp 39,1 triliun.
Dominasi porsi dana murah (CASA) yang mencapai 69,10 persen dari total portofolio pendanaan menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK tersebut. Peningkatan dana murah ini sejalan dengan melonjaknya jumlah transaksi nasabah, di mana rata-rata transaksi harian kini menembus lebih dari 13 juta transaksi dari total 30 juta lebih pengguna.
Dari fungsi intermediasi, SeaBank sukses menyalurkan kredit senilai Rp 34,80 triliun, tumbuh sekitar 40,83 persen secara tahunan. Ekspansi kredit difokuskan pada segmen ritel melalui produk direct lending serta kemitraan dengan lending partner, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap aman pada angka 1,56 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) terjaga di level 21,88 persen.
Manajemen menegaskan bahwa pertumbuhan masif di segmen digital tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana.
"Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden," kata Sasmaya Tuhuleley, Direktur Utama SeaBank Indonesia.