Seabank Pimpin Perolehan Nasabah Bank Digital Hingga Akhir 2025

Seabank Pimpin Perolehan Nasabah Bank Digital Hingga Akhir 2025

Sejumlah emiten bank digital di Indonesia mencatatkan pertumbuhan jumlah nasabah yang signifikan sepanjang tahun 2025 dengan strategi integrasi ekosistem sebagai pendorong utama. Dilansir dari Finansial pada Senin (11/5/2026), PT Bank Seabank Indonesia menempati peringkat teratas dengan perolehan sekitar 24 juta pengguna.

Pertumbuhan jumlah pengguna di Seabank sejalan dengan upaya perusahaan memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ditargetkan tumbuh 16 persen secara tahunan. Manajemen memfokuskan peningkatan komposisi dana murah lewat optimalisasi layanan digital yang andal bagi para nasabah.

"Selain itu, Bank terus mendorong inovasi produk dan layanan digital yang memberikan pengalaman transaksi yang cepat, efisien, dan bebas hambatan bagi nasabah," tulis SeaBank dalam laporannya.

Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang mengumpulkan 18,2 juta nasabah hingga penghujung 2025. Angka tersebut mencakup 14,2 juta nasabah funding pada Aplikasi Jago dan Jago Syariah, atau meningkat sekitar 3 juta orang dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan basis nasabah ini berdampak langsung pada perolehan DPK Bank Jago yang mencapai Rp25,9 triliun pada akhir 2025. Direktur Utama Bank Jago Arief Harris menyatakan adanya korelasi positif antara pertumbuhan pengguna dengan kepercayaan dalam pengelolaan keuangan.

"Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka," kata Arief Harris.

Selanjutnya, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) membukukan 14,0 juta nasabah, naik 25 persen dari posisi tahun 2024. Sementara itu, PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) mencatatkan lonjakan pengguna menjadi 5,9 juta nasabah pada Desember 2025 dari sebelumnya hanya 2,9 juta di awal tahun.

Peningkatan pengguna Superbank diikuti oleh kenaikan frekuensi transaksi harian yang mencapai 1,20 juta transaksi di akhir tahun. Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus melakukan penetrasi melalui ekosistem pemegang sahamnya.

"Kita juga tahu bahwa masyarakat yang underserved itu masih banyak di Indonesia itu. Jadi fokus ke depannya masih ke sana. Bagaimana kita memperkuat sini energi dalam ekosistem itu sendiri," ujar Tigor M. Siahaan.

Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto berpendapat bahwa integrasi dengan e-commerce dan super apps menjadi faktor penentu pertumbuhan organik. Menurutnya, kemampuan bank digital untuk masuk ke kehidupan sehari-hari lebih efektif daripada sekadar menawarkan promo bunga tinggi.

"Ini membuat akuisisi dan aktivitas transaksi jauh lebih organik," ungkap Myrdal Gunarto.

Myrdal menambahkan bahwa strategi Seabank dinilai paling berkelanjutan karena memiliki skala dan profitabilitas tinggi yang sulit ditiru kompetitor. Ia menyoroti pentingnya menjaga keterikatan nasabah dalam jangka panjang.

"SeaBank unggul di kombinasi skala besar, profitabilitas, serta engagement harian yang sulit ditiru," ungkap Myrdal Gunarto.

Perbandingan Jumlah Nasabah Bank Digital Akhir 2025
Nama Bank DigitalTotal Nasabah (Juta)
SeaBank Indonesia24,0
Bank Jago18,2
Allo Bank14,0
Superbank5,9

Artikel terkait

Rekomendasi