Sejarawan JJ Rizal mengungkapkan sejarah transformasi kawasan Kuningan dalam acara Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Pedestrian Plaza Festival pada Minggu (10/5/2026). Kawasan tersebut awalnya diproyeksikan oleh Presiden Soekarno sebagai lokasi pembangunan Stadion Gelora Bung Karno sebelum akhirnya dipindahkan ke Senayan.
Perubahan rencana pembangunan tersebut terjadi setelah arsitek Frederich Silaban memberikan masukan kepada Bung Karno saat memantau lahan menggunakan helikopter. Dilansir dari Detik Travel, Silaban menilai wilayah Senayan lebih representatif dibandingkan Kuningan untuk proyek mercusuar tersebut.
"Nah, ini kan dulu Kuningan jadi enggak dipakai buat apa-apa ya? Jadi Soekarno kemudian bilang, 'Oh, saya punya gagasan agar Kuningan ini menjadi kawasan yang merupakan manifestasi dari Dasasila Konferensi Asia Afrika, kawasan internasional,'" kata Rizal, Sejarawan.
Penetapan visi internasional ini dibuktikan dengan banyaknya kantor kedutaan besar dan penamaan jalan yang merujuk pada nama luar negeri, seperti Jalan Casablanca. Pembangunan infrastruktur di wilayah ini kemudian mengalami percepatan signifikan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
"Kenapa dikasih nama jalan Rasuna Said? Karena mayoritas jalan protokol di Jakarta itu laki-laki," kata Rizal, Sejarawan.
Langkah Ali Sadikin menyematkan nama pahlawan wanita HR Rasuna Said bertujuan memberikan keseimbangan feminis di tengah lanskap kota yang didominasi aspal dan beton. Konsep ini juga dikaitkan dengan filosofi 'resik' atau bersih yang identik dengan peran seorang ibu dalam merawat rumah dan lingkungan.
"Kalau misalnya kawasan Rasuna itu enggak bersih, artinya dia durhaka terhadap ibunya sendiri, Ibu Rasuna Said," ujar Rizal, Sejarawan.
Rizal menekankan pentingnya menjaga kebersihan Kuningan sebagai bentuk penghormatan terhadap marwah pahlawan yang namanya digunakan di sana. Saat ini, Jakarta sedang berupaya meningkatkan cakupan ruang terbuka hijau yang baru mencapai 10 persen dari target ideal sebesar 35 hingga 37 persen untuk menghadapi dampak perubahan iklim.