Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat membuka peringatan Dies Natalis ke-18 Himpunan Mahasiswa Kota Batam di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Kota Tanjungpinang, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Kehadiran para mahasiswa perantauan tersebut dinilai memberikan kontribusi nyata bagi perputaran roda ekonomi masyarakat setempat.
Aktivitas mahasiswa dari berbagai daerah yang menempuh pendidikan di Tanjungpinang secara langsung menggerakkan berbagai sektor usaha. Sektor-sektor yang terdampak positif di antaranya meliputi bidang kuliner, tempat tinggal atau kos-kosan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kehadiran mahasiswa menjadi penggerak ekonomi daerah. Aktivitas mereka berdampak positif pada sektor UMKM, kuliner, hingga usaha kos-kosan di Tanjungpinang," ujar Zulhidayat, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang.
Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap organisasi kemahasiswaan ini dapat terus menjadi wadah efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda Kepulauan Riau yang adaptif. Hubungan komunikasi yang baik antara akademisi dan birokrasi juga terus diupayakan demi kelancaran pembangunan wilayah.
"Pemerintah Kota Tanjungpinang selalu terbuka untuk berdialog dan bervolaborasi bersama mahasiswa," tambah Zulhidayat.
Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa ruang diskusi mengenai arah kebijakan pembangunan kota akan selalu disediakan bagi para mahasiswa yang ingin memberikan masukan. Upaya ini dinilai penting agar program kerja pemerintah tetap berjalan sejalan dengan aspirasi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, kami mengucapkan selamat Dies Natalis ke-18 kepada Himpunan Mahasiswa Kota Batam (HMKB). Delapan belas tahun bukanlah perjalanan yang singkat. HMKB telah menunjukkan eksistensinya sebagai wadah mahasiswa yang mampu menjaga semangat persaudaraan, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata bagi daerah," kata Zulhidayat.
Pertumbuhan berbagai sektor pendukung di sekitar kawasan kampus menjadi bukti nyata bagaimana komunitas mahasiswa perantauan ikut mendorong kesejahteraan warga lokal. Sektor hunian atau kos-kosan tercatat mengalami peningkatan permintaan seiring bertambahnya jumlah pelajar dari luar daerah.
"Kami berharap di usia ke-18 ini, HMKB semakin matang dalam melahirkan generasi muda yang kritis, inovatif, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa adalah aset bangsa dan agen perubahan yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah, khususnya di Kepulauan Riau," tutur Zulhidayat.
Evaluasi terhadap efektivitas program pembangunan daerah menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat terus dikritisi oleh elemen mahasiswa melalui jalur komunikasi yang konstruktif. Kolaborasi ini diarahkan untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih adil dan makmur.
"Kami sangat mengapresiasi seluruh mahasiswa yang berkuliah di Kota Tanjungpinang, kehadiran mahasiswa hari ini menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah," kata Zulhidayat.
Pihak otoritas kota menyatakan dukungan penuh terhadap aktivitas positif mahasiswa yang dapat menstimulus sektor riil kemasyarakatan. Pertumbuhan di sektor akomodasi dan usaha kecil mikro menjadi indikator utama dampak tersebut.
"Kami merasakan betul bagaimana keberadaan mahasiswa memberikan dampak yang nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungpinang. With adanya mahasiswa, UMKM bergerak, kebutuhan kos-kosan meningkat, dan sektor ekonomi lainnya ikut tumbuh," ujar Zulhidayat.
Pemerintah kota juga menegaskan kesiapannya untuk menerima masukan dan kritik konstruktif dari para mahasiswa terkait program kerja yang sedang berjalan. Akses komunikasi dibuka luas guna memastikan transparansi dan keselarasan pembangunan daerah.
"Kami membuka diri selama 24 jam untuk berdialog bersama mahasiswa, jika ada program pemerintah yang dirasa belum tepat, silakan sampaikan. Kami juga membuka ruang kolaborasi demi bersama-sama membangun Kota Tanjungpinang menuju masyarakat yang adil dan makmur," kata Zulhidayat.
Sementara itu, Ketua Umum HMKB Frando Sipayung menjelaskan bahwa perayaan hari jadi ke-18 ini menjadi sarana untuk mengevaluasi seluruh pergerakan organisasi mahasiswa Batam di tanah rantau. Pengurus berkomitmen untuk terus menjaga nilai persaudaraan di tengah dinamika zaman.
"Kami berkomitmen menjadikan HMKB organisasi progresif, adaptif, dan tetap menjaga nilai kekeluargaan," tegas Frando Sipayung, Ketua Umum HMKB.
Apresiasi juga disampaikan oleh pimpinan organisasi kepada seluruh elemen yang telah membantu eksistensi lembaga mahasiswa ini hingga mencapai usia kematangan. Dukungan dari pemerintah daerah asal maupun daerah perantauan dinilai menjadi modal utama pergerakan organisasi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa Batam, demisioner, pemerintah daerah baik Kota Batam maupun Kota Tanjungpinang, serta seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan HMKB hingga hari ini. Dukungan dan kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus melangkah lebih baik," ungkap Frando Sipayung.
Fokus utama organisasi ke depan adalah mencetak kader-kader yang memiliki integritas tinggi serta mampu menjadi motor penggerak transformasi sosial di Kepulauan Riau. Nilai kekeluargaan dan asas kemasyarakatan akan tetap menjadi dasar pergerakan.
"Semoga di usia ke-18 ini, HMKB semakin kuat dalam mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, dan mampu menjadi pelopor perubahan bagi Kota Batam dan Kepulauan Riau," kata Frando Sipayung.
Rangkaian acara Dies Natalis ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni oleh para pengurus dan panitia, mulai dari tari persembahan hingga pertunjukan drama singkat. Acara syukuran tersebut kemudian ditutup secara simbolis dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh seluruh jajaran panitia yang dipimpin oleh Ketua Panitia Maychel Parningotan Tamba.