Sektor kesehatan memimpin pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,53 persen hingga berada di posisi 6.723 pada penutupan perdagangan sebelumnya yang berakhir Rabu (13/5/2026). Penurunan tajam ini menyeret indeks domestik nyaris menyentuh level terendahnya dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan bursa yang dilansir Bloomberg Technoz, IHSG menutup pekan lalu dengan fluktuasi yang menempatkan posisi terendah pada level 6.705. Pergerakan indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di level 7.001 yang terjadi sesaat pada perdagangan Senin pagi.
Kemerosotan indeks domestik dipicu oleh koreksi mendalam dari tiga sektor utama. Saham-saham kesehatan menjadi penekan utama dengan pelemahan mencapai 5,69 persen, disusul oleh sektor energi yang tergerus 3,59 persen, serta sektor perindustrian yang ikut turun sebesar 3,41 persen dalam akumulasi perdagangan sepekan.
Aktivitas perdagangan di bursa didominasi oleh aksi jual massal dengan volume transaksi mencapai 113,4 miliar saham sepanjang periode tersebut. Total nilai transaksi yang dibukukan mencatatkan angka Rp56,62 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 7,66 juta kali transaksi.
Meski indeks ditutup pada zona merah menjelang pembukaan pasar Senin (18/5/2026), sejumlah instrumen investasi dinilai masih memiliki potensi. Analisis pasar menunjukkan beberapa saham pilihan tetap menarik untuk dicermati, terutama kelompok saham yang berada dalam tren penguatan dan kondisi bullish.