Senat AS Konfirmasi Kevin Warsh Jadi Ketua Federal Reserve

Senat AS Konfirmasi Kevin Warsh Jadi Ketua Federal Reserve

Senat Amerika Serikat resmi mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru melalui pemungutan suara 54-45 pada Rabu, 13 Mei 2026. Mantan eksekutif Morgan Stanley ini akan mengambil alih kepemimpinan bank sentral dari Jerome Powell tepat saat masa jabatan Powell berakhir pada Jumat pekan ini.

Warsh memenangkan persetujuan meskipun sempat terjadi penundaan akibat kampanye tekanan dari Departemen Kehakiman terhadap independensi bank sentral. Senator Thom Tillis dari Partai Republik mencabut penolakannya setelah jaksa federal setuju untuk menghentikan penyelidikan kriminal terkait renovasi markas besar Federal Reserve.

Dalam sidang konfirmasinya, Warsh menegaskan kemandirian institusi tersebut dari pengaruh politik Gedung Putih. Langkah ini diambil setelah Presiden Donald Trump secara terbuka mendorong penurunan suku bunga ke level 1 persen untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

"Xi said that if the U.S.'s relationship with Taiwan isn't handled well , the U.S. and China could clash, jeopardizing their relationship ." ujar Xi Jinping, Presiden China.

Pernyataan tersebut menunjukkan tantangan geopolitik yang lebih luas di tengah transisi kepemimpinan ini. Sementara itu, Warsh secara tegas menepis kekhawatiran mengenai kontrol presiden terhadap arah kebijakan moneter yang akan ia jalankan nanti.

"sock puppet." ujar Elizabeth Warren, Senator Demokrat dari Massachusetts.

Warsh menyangkal tuduhan tersebut dan berjanji akan menggunakan penilaian pribadinya dalam menetapkan kebijakan moneter. Ia berpendapat masih terdapat ruang untuk menurunkan suku bunga meskipun inflasi tahunan AS dilaporkan mencapai 3,8 persen pada April 2026, level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.

Berbeda dengan tradisi sebelumnya, Jerome Powell akan tetap berada di dewan gubernur Federal Reserve setelah tidak lagi menjabat sebagai ketua. Keputusan Powell untuk bertahan hingga masa jabatannya berakhir pada Januari 2028 bertujuan untuk menjaga independensi lembaga dari tekanan politik eksternal.

Tantangan besar menanti Warsh seiring meningkatnya biaya energi akibat konflik di Selat Hormuz yang mengganggu lalu lintas kapal tanker. Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan tekanan harga tetap tinggi, sehingga beberapa anggota komite kebijakan moneter memperingatkan kemungkinan kenaikan suku bunga alih-alih pemotongan.

Warsh juga berencana melakukan reformasi internal, termasuk cara pemerintah mengukur inflasi dan metode komunikasi pejabat bank sentral kepada publik. Fokus utamanya mencakup pengurangan neraca aset Federal Reserve yang saat ini telah membengkak melampaui angka 6 triliun dolar AS akibat kebijakan pandemi.

"messier meetings" ujar Kevin Warsh, Ketua Terpilih Federal Reserve.

Ia juga menyuarakan perlunya perdebatan yang lebih terbuka dalam pengambilan keputusan. Warsh berharap kemajuan kecerdasan buatan dapat memicu lonjakan produktivitas serupa era 1990-an, yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi kuat tanpa memicu gejolak inflasi lebih lanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi