Senat Amerika Serikat resmi mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve ke-17 pada Rabu, 13 Mei 2026, untuk menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir. Pemungutan suara berakhir tipis dengan hasil 54-45, mencatatkan sejarah sebagai proses pemilihan ketua bank sentral paling partisan di negara tersebut.
Warsh mengambil alih kepemimpinan saat inflasi AS melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir akibat konflik antara Israel dan Iran. Data Consumer Price Index terbaru menunjukkan tekanan harga saat ini telah melampaui pertumbuhan upah pekerja di Amerika Serikat.
Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik, John Thune, memberikan dukungan penuh terhadap terpilihnya Warsh. Ia menekankan pentingnya sosok pemimpin yang memahami kondisi ekonomi makro dan mikro bagi warga Amerika.
"Kevin Warsh is just such a person," ujar John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat.
Thune menambahkan bahwa ketua bank sentral yang baru harus mampu menghargai mata pencaharian dan lapangan kerja masyarakat yang bekerja keras. Langkah ini diambil setelah perdebatan panjang mengenai independensi bank sentral di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Di sisi lain, anggota Senat dari Partai Demokrat melontarkan kritik tajam terhadap nominasi Warsh. Senator Elizabeth Warren secara terbuka meragukan integritas Warsh dalam menghadapi pengaruh politik dari Gedung Putih.
"sock puppet" ujar Elizabeth Warren, Senator Demokrat.
Narasi tersebut merujuk pada kekhawatiran bahwa Warsh akan menjadi kepanjangan tangan Presiden Trump dalam menentukan kebijakan suku bunga. Namun, dalam proses dengar pendapat, Warsh dengan tegas membantah adanya tekanan politik terhadap dirinya.
"I will be an independent actor if confirmed as chair of the Federal Reserve," ujar Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve Terpilih.
Warsh berkomitmen untuk tetap bertindak independen meskipun Presiden Trump secara terbuka terus menuntut penurunan suku bunga. Ia juga berencana melakukan reformasi internal dengan mengurangi ukuran neraca Fed sebesar 6,7 triliun dolar AS.
Proses konfirmasi ini sempat tertahan karena adanya investigasi Departemen Kehakiman (DOJ) terhadap Jerome Powell terkait renovasi gedung kantor pusat Fed. Senator Republik Thom Tillis sebelumnya menolak mendukung Warsh hingga penyelidikan terhadap Powell tersebut dihentikan.
Setelah penyelidikan DOJ resmi dihentikan pada bulan April, jalan bagi Warsh untuk memimpin bank sentral menjadi terbuka. Powell sendiri memberikan pernyataan dukungan dalam konferensi pers terakhirnya sebagai ketua bulan lalu.
"threats and ongoing pressure" ujar Jerome Powell, Mantan Ketua Federal Reserve.
Powell menegaskan bahwa penyelidikan tersebut merupakan bentuk tekanan politik terhadap independensi lembaga. Meskipun sudah tidak menjabat sebagai ketua, Powell menyatakan akan tetap menduduki kursi dewan gubernur untuk memastikan proses hukum terkait dirinya benar-benar tuntas.
Keputusan Powell untuk tetap berada di jajaran dewan mengikuti jejak Marriner Eccles pada tahun 1948 yang melakukan hal serupa. Kevin Warsh dijadwalkan akan memimpin pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pertamanya pada 16-17 Juni mendatang.