SiCepat Ekspres Proyeksikan Industri Logistik Tumbuh Dua Digit

SiCepat Ekspres Proyeksikan Industri Logistik Tumbuh Dua Digit

Sektor jasa pengiriman barang di dalam negeri diperkirakan tetap melanjutkan performa positif sepanjang periode tahun ini. Seperti diberitakan oleh Suara, pelaku usaha optimis mampu mencatatkan ekspansi bisnis yang kuat meski dibayangi oleh gejolak biaya energi serta dinamika geopolitik global.

Commercial and External Affairs Director SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro, mengungkapkan bahwa capaian pada tiga bulan pertama tahun ini memperlihatkan indikator yang lebih baik disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Jadi kuartal pertama kita bisa bilang cukup bagus. Cukup bagus compare to kuartal pertama tahun 2023, tumbuh gitu ya. Artinya kita melihat bahwa tren ini masih terus berlangsung," kata Imam.

Imam menjelaskan potensi kenaikan masih terbuka lebar dari proyeksi awal pertumbuhan logistik nasional yang berada di angka 9,3 persen. Peluang besar tersebut utamanya dimiliki oleh penyedia jasa kurir yang mengintegrasikan layanannya pada ekosistem digital.

Aktivitas dagang elektronik secara konsisten menyumbang andil besar sebagai penopang utama bagi roda bisnis pengiriman barang di tanah air.

"Kalau bicara teman-teman logistik yang focus di ekonomi digital, kita masih optimis bahwa bisa tumbuh di atas 10 persen, double digit," ujar Imam.

Berdasarkan catatan performa beberapa tahun terakhir, sektor digital ini bergerak naik pada kisaran 15 sampai 20 persen. Pola pergerakan tersebut membuka ruang yang luas bagi pelaku logistik yang melayani segmen marketplace, e-commerce, hingga social commerce.

"Karena kita lihat memang ekonomi digital ini dari tahun ke tahun pertumbuhannya bisa sekitar 15 sampai dengan 20 persen," katanya.

Tantangan makro ekonomi seperti penurunan daya beli masyarakat dan tensi politik internasional tetap menjadi perhatian serius bagi manajemen.

Kendati demikian, mitigasi risiko dapat diterapkan melalui pembaruan strategi operasional dan pemilihan moda transportasi muatan yang jauh lebih murah.

"Again, itu kembali lagi bagaimana pelaku logistik ini bisa berinovasi. Kalau kita bisa merespons geopolitik tadi dengan membangun resiliency energi, kemudian ada perubahan moda dari air freight ke sea freight, biaya pengiriman yang lebih murah akan men-trigger demand," ucap Imam.

Langkah penyesuaian ongkos kirim agar lebih kompetitif diyakini mampu merangsang kembali minat belanja masyarakat guna mendongkrak volume pengiriman.

"Kalau bicara apakah optimis? Selama kita bisa mengupayakan inovasi, kita cukup optimis," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi