Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia menjadi solusi yang banyak dicari oleh pelaku UMKM untuk menambah modal usaha. Dikutip dari Money, simulasi cicilan ini membantu calon debitur memperkirakan kewajiban bulanan mereka.
Melalui perhitungan matang, pembayaran kredit dapat disesuaikan dengan kapasitas finansial dan arus kas operasional bisnis. Langkah ini penting dilakukan sebelum mengajukan pinjaman agar pengelolaan keuangan tetap sehat.
Program ini diminati karena menawarkan suku bunga yang relatif rendah, yaitu sekitar 6 persen efektif per tahun. Selain itu, nasabah diberikan fleksibilitas dengan pilihan tenor yang cukup panjang hingga 60 bulan.
Pilihan jangka waktu pengembalian yang beragam memberikan keleluasaan bagi pemilik bisnis dalam menentukan skema pembiayaan. Skema ini dapat disesuaikan dengan karakteristik perputaran modal masing-masing usaha.
Berikut adalah rincian simulasi angsuran untuk plafon pinjaman sebesar Rp 40 juta dengan asumsi suku bunga sekitar 6 persen per tahun.
| Tenor Pinjaman | Jumlah Angsuran Per Bulan |
|---|---|
| 12 Bulan | Rp 3.461.070 |
| 18 Bulan | Rp 2.347.399 |
| 24 Bulan | Rp 1.790.903 |
| 36 Bulan | Rp 1.235.084 |
| 48 Bulan | Rp 957.850 |
| 60 Bulan | Rp 792.048 |
Data simulasi menunjukkan bahwa semakin lama masa tenggang kredit, maka beban cicilan bulanan yang ditanggung akan semakin kecil. Hal ini membantu menjaga likuiditas harian bisnis tetap aman.
Meskipun demikian, pemilihan tenor yang lebih panjang berimplikasi pada total akumulasi bunga yang dibayarkan ke bank. Jumlah keseluruhan bunga yang disetor selama masa kredit akan menjadi lebih besar.
Calon nasabah perlu mengingat bahwa rincian angka di atas bersifat simulasi semata. Nilai riil angsuran dapat bervariasi mengikuti hasil analisis kredit, kebijakan internal perbankan, dan biaya administrasi lainnya.
Daftar Estimasi Angsuran Plafon Lainnya
Selain plafon Rp 40 juta, program ini juga menyediakan berbagai nominal pembiayaan lain yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis Anda.
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan | Tenor 60 Bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp 1.000.000 | Rp 86.527 | Rp 44.773 | Rp 30.877 | Rp 19.801 |
| Rp 5.000.000 | Rp 432.634 | Rp 223.863 | Rp 154.385 | Rp 99.006 |
| Rp 10.000.000 | Rp 865.267 | Rp 447.726 | Rp 308.771 | Rp 198.012 |
| Rp 20.000.000 | Rp 1.730.535 | Rp 895.452 | Rp 617.542 | Rp 396.024 |
| Rp 30.000.000 | Rp 2.595.802 | Rp 1.343.177 | Rp 926.313 | Rp 594.036 |
| Rp 50.000.000 | Rp 4.326.337 | Rp 2.238.629 | Rp 1.543.855 | Rp 990.060 |
Ketersediaan berbagai pilihan plafon ini memudahkan pelaku UMKM untuk mengukur kecocokan antara kebutuhan modal usaha dan kemampuan membayar di setiap bulannya.
Syarat Pengajuan KUR BRI
Proses pengajuan pinjaman memerlukan pemenuhan beberapa kriteria dan kelengkapan dokumen resmi dari calon debitur sebagai berikut.
Pemohon merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia minimal 17 tahun atau sudah berstatus menikah. Syarat utama lainnya adalah memiliki usaha produktif yang aktif berjalan minimal 6 bulan.
Calon debitur tidak boleh sedang menerima kredit produktif dari lembaga perbankan lain. Dokumen wajib yang harus disiapkan meliputi e-KTP, Kartu Keluarga (KK), serta legalitas usaha seperti NIB, IUMK, atau SKU.
Khusus untuk permohonan pinjaman dengan nilai di atas Rp 50 juta, pemohon diwajibkan menyertakan NPWP. Pihak perbankan juga memiliki wewenang untuk meminta jaminan tambahan berdasarkan hasil analisis penilaian kredit.
Mekanisme Pengajuan Pinjaman
Proses registrasi dan pengajuan pembiayaan modal ini dapat ditempuh masyarakat melalui dua mekanisme jalur yang tersedia.
Masyarakat bisa mendatangi langsung jaringan kantor cabang terdekat untuk berkonsultasi dengan petugas bank. Pilihan lainnya adalah mengajukan secara praktis secara daring melalui sistem aplikasi BRImo.
Setelah berkas masuk, bank akan menjalankan prosedur verifikasi dokumen resmi dilanjutkan dengan survei lapangan ke lokasi usaha. Jika hasil penilaian dinyatakan memenuhi standar, dana akan langsung ditransfer ke rekening pemohon.