Skatepark Flyover Pasar Rebo Jadi Wadah Positif Komunitas Skateboard

Skatepark Flyover Pasar Rebo Jadi Wadah Positif Komunitas Skateboard

Keberadaan fasilitas skatepark di bawah kolong Flyover Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, memberikan ruang bagi para pegiat skateboard untuk menyalurkan hobi dengan aman pada Jumat, 8 Mei 2026. Sarana yang telah tersedia sejak tahun 2021 ini menjadi solusi bagi pemuda setempat yang sebelumnya sering memanfaatkan area trotoar dan jalan raya.

Dilansir dari Megapolitan, keberadaan taman olahraga ekstrem ini disambut baik oleh para pemain skateboard yang sebelumnya kesulitan mencari lokasi latihan yang memadai. Rendy, seorang warga Cibubur berusia 20 tahun, mengungkapkan bahwa sebelum fasilitas ini dibangun, ia dan rekan-rekannya harus mencari tempat sendiri di ruang publik yang tidak semestinya.

“Sebelum ada ini, kami cari spot sendiri. Kadang main di jalan, di trotoar, lihat tangga atau turunan yang bisa dipakai,” ujar Rendy di skatepark Kolong Pasar Rebo, Jumat (8/5/2026).

Minimnya fasilitas resmi pada masa lalu memaksa para pemuda ini berurusan dengan petugas keamanan karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Rendy menceritakan pengalaman masa lalunya yang harus menghindari pengawasan petugas Satpol PP demi bisa berolahraga di area jalanan.

“Dulu sering hit and run sama PPSU dan Satpol PP. Kalau ketangkap, papan skateboard bisa disita,” kata Rendy sambil tertawa.

Selain bagi pemain skateboard, infrastruktur di bawah jalan layang tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pengguna BMX dan skuter. Rendy menilai ketersediaan tempat berkumpul ini memberikan dampak sosial yang signifikan, terutama dalam menekan potensi konflik negatif di kalangan remaja.

“Bisa ngurangin tawuran karena anak-anak jadi lari ke hobi. Bisa kumpul bareng sambil ngasah kemampuan. Daripada di jalan yang malah gampang memicu ribut,” kata Rendy.

Kebebasan akses menjadi keunggulan lain dari tempat ini karena beroperasi tanpa batasan waktu selama 24 jam penuh. Para pengguna secara swadaya menjaga dan merawat fasilitas yang ada agar tetap layak digunakan untuk menunjang kemampuan mereka.

"Kita bantu merawat kok, kadang mungkin ada beberapa alat yang rusak, entah kecengkel, paling kita las, kita bersihin. Kadang juga ada beberapa rintangan dapat dari temen-temen tuh yang ditambah-tambahin," tutur Rendy.

Artikel terkait

Rekomendasi