PT Sinar Mas Agro Resource & Technology Tbk (SMAR) menetapkan hari Kamis (4/6/2026) sebagai batas akhir periode cum dividen tahun buku 2025 bagi para pemegang saham di pasar modal.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik grup Sinar Mas tersebut mengalokasikan pembayaran dividen tunai total sebesar Rp775,5 miliar, dilansir dari Investasi. Nilai keuntungan yang dibagikan tersebut setara dengan Rp270 per lembar saham kepada para investor.
Keputusan korporasi ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Agenda pertemuan para pemegang saham tersebut telah diselenggarakan di Plaza Sinar Mas Land, Jakarta, pada hari Jumat (22/5/2026).
Alokasi dividen senilai Rp270 per saham mencerminkan porsi 30 persen dari total laba bersih perusahaan sepanjang tahun buku 2025 yang menembus Rp2,58 triliun. Manajemen perseroan memutuskan sisa perolehan laba bersih akan dimasukkan ke dalam saldo laba ditahan, sehingga total saldo laba ditahan SMAR kini berada di angka Rp18,64 triliun.
Nilai pembayaran keuntungan ini mencatatkan lonjakan signifikan hingga hampir 800 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Pada pembagian dividen tahun buku 2024, emiten perkebunan ini tercatat hanya memberikan dividen tunai sebesar Rp30 per lembar saham kepada investor.
Pergerakan harga saham SMAR pada perdagangan hari Rabu (3/6/2026) ditutup melemah 2,46 persen atau turun sebesar 120 poin ke level Rp4.750 per lembar saham. Berdasarkan tingkat harga penutupan tersebut, rasio imbal hasil atau dividend yield dari saham SMAR berada pada kisaran 5,68 persen.
Tingkat yield dividen yang ditawarkan oleh perseroan ini tercatat dua kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata suku bunga deposito rupiah pada bank umum saat ini yang berada di level kisaran 2 persenan. Investor yang berhak menerima dana tunai ini diwajibkan membeli saham sebelum masa cum date berakhir dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan atau recording date.