Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menerima penyaluran pembiayaan sebesar Rp 69,7 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe D di Kecamatan Sungai Limau, Jumat (22/5/2026).
Dana pinjaman daerah tersebut dialokasikan untuk pembangunan fisik gedung dan pemenuhan fasilitas penunjang medis guna meningkatkan layanan kesehatan di wilayah utara kabupaten tersebut, sebagaimana dilansir dari Keuangan.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah merinci anggaran tersebut mencakup pembangunan gedung rumah sakit, fasilitas nonmedis, utilitas, serta mekanikal elektrikal senilai Rp 59,52 miliar. Sisa dana digunakan untuk pengadaan alat kesehatan Rp 8,36 miliar, mebeler Rp 1,30 miliar, dan manajemen konstruksi Rp 519,9 juta.
Fasilitas kesehatan yang dirancang dengan kapasitas 50 hingga 60 tempat tidur ini diproyeksikan mampu melayani kebutuhan medis masyarakat di lima sampai enam kecamatan sekitarnya.
"Kehadiran rumah sakit itu diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui perluasan akses layanan kesehatan, memperpendek waktu tempuh masyarakat untuk memperoleh layanan medis, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar,” ujar Reynaldi Hermansjah, Direktur Utama PT SMI.
Hingga akhir Maret 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan untuk sektor daerah telah menembus angka Rp 37,44 triliun, dengan jumlah outstanding mencapai Rp 15,25 triliun.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis merespons positif pembiayaan ini dan menargetkan peletakan batu pertama proyek rumah sakit dapat terlaksana paling lambat pada pertengahan Juli 2026.
"Namun, makin cepat akan makin baik. Saya juga akan ikut memastikan kesungguhan kontraktor dalam pelaksanaannya, karena merupakan dana yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik, sehingga pengelolaannya harus tepat sasaran, efektif, dan efisien,” ujar John Kenedy Azis, Bupati Padang Pariaman.
Pemerintah daerah berharap keberadaan fasilitas medis baru ini dapat memotong jarak tempuh warga saat membutuhkan pertolongan darurat, mengingat akses ke rumah sakit rujukan saat ini dinilai masih cukup jauh.
Selain perbaikan sektor kesehatan, proyek infrastruktur ini juga diprediksi mendorong roda ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja baru serta menghidupkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah di lingkungan sekitar rumah sakit.