Sektor teknologi mendorong penguatan indeks S&P 500 sebesar 18,25 poin atau 0,25 persen ke level 7.373,20 dan Nasdaq Composite yang naik 105,36 poin atau 0,43 persen ke posisi 25.981,68 pada perdagangan Rabu.
Kenaikan pasar saham Amerika Serikat ini dipimpin oleh sektor teknologi yang tumbuh 0,8 persen, di mana delapan dari 11 sektor utama S&P 500 bergerak di zona hijau seperti dilansir dari Investasi.
Saham NVIDIA Corporation mengalami kenaikan sebesar 0,7 persen menjelang pengumuman kinerja kuartalan yang dijadwalkan setelah penutupan pasar untuk menguji kekuatan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Sektor semikonduktor secara luas juga mencatat kinerja positif dengan lonjakan saham Marvell Technology sebesar 7,8 persen, Intel naik 6,3 persen, Micron Technology menguat 3,6 persen, dan indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 2,9 persen.
"Ekspektasinya laba Nvidia akan kuat. Yang menjadi perhatian adalah seberapa besar hasilnya melampaui ekspektasi pasar saat ini," ujar ekonom senior Edward Jones, James McCann.
James McCann menambahkan bahwa standar ekspektasi pasar terhadap perusahaan teknologi besar kini semakin tinggi, sehingga kemampuan melampaui proyeksi menjadi faktor krusial bagi para investor.
Di sisi lain, pasar saham AS masih menghadapi tekanan dari pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah, meskipun yield obligasi Treasury tenor 10 tahun turun tipis menjadi 4,651 persen dari posisi tertinggi sebelumnya di 4,687 persen.
"Ekspektasinya laba Nvidia akan kuat. Yang menjadi perhatian adalah seberapa besar hasilnya melampaui ekspektasi pasar saat ini," ujar ekonom senior Edward Jones, James McCann.
Kekhawatiran inflasi kembali dipicu oleh lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, meskipun harga minyak Brent sempat turun sekitar 3 persen menjadi US$108,82 per barel setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran akan berakhir sangat cepat.
"Ekspektasinya laba Nvidia akan kuat. Yang menjadi perhatian adalah seberapa besar hasilnya melampaui ekspektasi pasar saat ini," ujar ekonom senior Edward Jones, James McCann.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 40 persen untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang, sementara peluang kenaikan 50 basis poin meningkat menjadi 13,7 persen.
Pergerakan saham emiten lainnya menunjukkan variasi, dengan saham TJX Companies melonjak 5,4 persen, sementara saham Intuit turun 3,5 persen menyusul laporan rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 3.000 karyawan.
Penurunan juga dialami oleh saham Target sebesar 7,1 persen, Lowe's turun 3,8 persen, dan produsen mainan Hasbro yang melemah 8,8 persen setelah menegaskan kembali proyeksi kinerja tahunan mereka.
Saat ini investor masih menunggu rilis risalah rapat terbaru dari The Fed yang dijadwalkan keluar malam ini guna mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.