PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) segera mengalami perubahan status hukum menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Alih status perusahaan yang sebelumnya berstatus swasta nasional ini ditujukan untuk memfokuskan pengelolaan transaksi ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam strategis.
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengonfirmasi bahwa kepastian peralihan status badan usaha baru tersebut akan selesai dalam waktu dekat, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Minggu depan," kata Rosan Roeslani, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Pemerintah menargetkan PT DSI untuk langsung bekerja di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara begitu resmi beroperasi. Rosan Roeslani menegaskan kembali komitmen perubahan bentuk hukum perusahaan tersebut.
"BUMN," kata Rosan Roeslani, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Langkah operasional juga terus berjalan seiring persiapan regulasi peralihan status ini. Pihak manajemen telah mengalokasikan fasilitas kerja khusus untuk menampung aktivitas korporasi yang baru dibentuk tersebut.
"Di Danantara, ada sudah disiapkan kantornya di Danantara," kata Rosan Roeslani, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Selain mempersiapkan infrastruktur kantor, susunan manajemen puncak juga telah ditetapkan. Rosan Roeslani mengumumkan penunjukan figur pimpinan tertinggi yang akan mengomandani operasional PT DSI dalam mengelola komoditas strategis.
“Untuk saat ini (Dirut PT DSI) Luke Thomas,” kata Rosan Roeslani, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama diperkuat oleh Surat Keputusan Pengesahan Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 tertanggal 19 Mei 2026. Dokumen resmi mengenai pembentukan PT DSI tersebut diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum.
Luke Thomas Mahony merupakan warga negara Australia yang memiliki rekam jejak panjang selama lebih dari 21 tahun di industri pertambangan. Sebelum mengemban jabatan baru ini, ia berstatus sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025, serta pernah mengemban tugas sebagai Chief Strategy and Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk pada periode Juli 2024 hingga September 2025.
Koordinasi pembentukan struktur baru ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh jajaran menteri koordinator di hadapan legislatif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai keterlibatan kementerian teknis dalam perumusan badan usaha ekspor ini.
"Pak Menteri Investasi/Kepala BKPM sudah membentuk yang namanya PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Nanti dijelaskan lebih lanjut," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator.