Stok MinyaKita Langka di Jakarta Jelang Rencana Kenaikan Harga Eseran Tertinggi

Stok MinyaKita Langka di Jakarta Jelang Rencana Kenaikan Harga Eseran Tertinggi

Persediaan minyak goreng subsidi merek MinyaKita mulai mengalami kelangkaan di sejumlah warung eceran wilayah Jakarta. Kondisi ini dipicu oleh terhambatnya pasokan dari pihak distributor kepada para agen sembako.

Kelangkaan pasokan di tingkat pengecer terjadi di tengah upaya pemerintah menjaga ketersediaan minyak goreng rakyat di pasar. MinyaKita merupakan produk yang disalurkan melalui skema domestic market obligation (DMO) untuk menjaga keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat.

Seperti dilaporkan oleh Suara, kelangkaan stok memaksa konsumen beralih ke merek lain yang lebih mahal. Kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi kunjungan pembeli ke warung kelontong.

Salah satu daerah yang terdampak adalah kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Beno, seorang pemilik Warung Madura di wilayah tersebut, mengaku sudah beberapa waktu terakhir tidak lagi menjual minyak goreng rakyat itu akibat pasokan yang sulit ditemukan.

Beno menjelaskan bahwa stok MinyaKita belum tersedia di agen sembako langganannya karena belum mendapat kiriman baru dari distributor. Padahal, tingkat permintaan dari konsumen hampir setiap hari selalu ada.

"Sudah lama kosong. Saya beli barang dagangan dari agen sembako, tapi mereka juga bilang belum dapat stok MinyaKita," kata Beno kepada Suara.com, Jumat (5/6/2026).

"Kalau ada yang cari, saya arahkan ke merek lain," ujarnya.

Bagi pedagang kecil, kosongnya stok MinyaKita tidak hanya berdampak pada penjualan satu produk. Kehilangan barang yang banyak dicari pelanggan juga berpotensi mengurangi kunjungan pembeli ke warung.

"Kalau barangnya ada pasti saya jual. Sekarang masalahnya memang stoknya tidak ada," pungkasnya.

Sebelumnya pada Kamis (4/6/2026) Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat atau Minyakita dalam dua minggu ke depan.

"Hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," ujar Budi usai rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan di kantor Kementerian Perdagangan.

Terkait HET terbaru Minyakita, Budi menyebut belum ada kesepakatan yang dicapai. Menurutnya, penetapan harga terbaru Minyakita masih akan dibahas lebih lanjut antar kementerian dan lembaga.

Budi menyampaikan keputusan pemerintah untuk menaikkan HET Minyakita dipertimbangkan berdasarkan perkembangan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil yang sempat mengalami kenaikan.

Tak hanya itu, Kemendag juga masih mengamati harga tandan buah segar (TBS) yang sempat mengalami penurunan. Menurutnya, HET baru bisa ditetapkan setelah harga CPO dan TBS cukup stabil.

"Jadi kita akan melihat harganya stabil ya, setelah itu baru ditetapkan berapa angka untuk kenaikan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," katanya.

Saat ini HET Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Meski demikian di pasar dan pedagang, harga MinyaKita sudah dijual lebih mahal, bahkan hingga di atas Rp20.000 per liter.

Artikel terkait

Rekomendasi