Pemerintah Siapkan Subsidi Pangan Impor Antisipasi Pelemahan Rupiah

Pemerintah Siapkan Subsidi Pangan Impor Antisipasi Pelemahan Rupiah

Pemerintah Indonesia menyiapkan skema subsidi komoditas pangan impor guna mengantisipasi dampak lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp 17.500 pada Rabu (13/5/2026). Langkah mitigasi ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen agar tidak melampaui batas atas yang ditetapkan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan kesiapan pemerintah dalam mengintervensi pasar apabila depresiasi nilai tukar rupiah mulai menekan daya beli masyarakat. Dilansir dari Detik Finance, pergerakan dolar AS dilaporkan menguat hingga mencapai posisi Rp 17.537 berdasarkan data Bloomberg pagi ini.

Pemerintah berencana menyalurkan subsidi jika harga komoditas pangan yang didatangkan dari luar negeri melewati Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menko Pangan saat melakukan peninjauan kondisi harga di pasar tradisional.

"Kita tetap akan jaga. Seperti tadi. Kalau harga itu melampaui HET. Tentu pemerintah akan turun tangan memberikan harus subsidi," ujar Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Mekanisme pemberian subsidi tersebut direncanakan melibatkan kolaborasi antara otoritas pusat dan daerah melalui alokasi anggaran khusus. Zulhas menjelaskan bahwa instrumen keuangan untuk menangani situasi darurat atau tidak terduga telah tersedia dalam struktur anggaran negara.

"Ada anggaran untuk bencana yang tidak terduga, ada anggarannya itu. Jadi disubsidi. Apakah ongkosnya atau kah harganya," jelas Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Selain intervensi harga melalui subsidi, koordinasi antarinstansi dan peran aktif kepala daerah dianggap krusial dalam menahan gejolak harga pangan di berbagai wilayah. Pemda diminta bergerak cepat merespons dinamika harga yang terjadi di pasar-pasar lokal akibat perubahan kurs mata uang.

"Saya mengajak bupati, gubernur cepat. Cepat kalau ada masalah di daerahmu. Cepat kita tanggapi bareng-bareng. Yang pusat seperti bulog kita handle. BGN kita handle. Perhubungan tetap kita handle. APBN kita handle. Tapi kalau kewajiban daerah, daerah juga. Kabupaten, wali kota, gubernur juga harus cepat mengendalikan," tambah Zulhas, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Berdasarkan catatan perdagangan sebelumnya pada Selasa (12/5), mata uang AS tersebut ditutup pada level Rp 17.528 sebelum kembali mengalami kenaikan tipis sebesar 0,05 persen pada keesokan harinya.

Artikel terkait

Rekomendasi