Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur merampungkan perbaikan puluhan titik lampu Penerangan Jalan Umum yang padam di sejumlah ruas jalan pada Selasa (19/5/2026). Masalah pemadaman tersebut dipicu oleh aksi pencurian komponen kabel dan panel listrik oleh orang tidak dikenal.
Aksi kriminalitas ini menyasar material infrastruktur vital di wilayah Jakarta Timur. Sebanyak 30 titik lampu di Jalan Raya Bogor mengalami pemadaman total setelah kabel toevoer digasak pencuri, yang sempat memaksa pengendara bergantung pada cahaya lampu kendaraan mereka.
Insiden serupa juga terjadi di Jalan Pemuda, Rawamangun, di mana 50 titik lampu PJU berkekuatan 90 watt dan 120 watt padam total akibat hilangnya komponen internal panel listrik yang sangat teknis. Selain itu, pihak berwenang mencatat kehilangan 46 unit lampu di sepanjang Jalan Inspeksi Kanal Banjir Timur.
"Lampu padam di wilayah tersebut karena ada pencurian kabel toevoer sebanyak 30 titik," ungkap Kepala Seksi Prasarana, Sarana, Utilitas Kota, dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Timur Yanuar Ikhsan.
Pihak instansi langsung mengerahkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan penyisiran dan penanganan cepat begitu menerima laporan kerusakan.
"Untuk lampu yang sempat padam sudah kita perbaiki seluruhnya," kata Yanuar.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan ikut serta aktif menjaga aset fasilitas publik dari tindakan pengrusakan.
"Jika Anda meninggalkan ruangan selama lebih dari beberapa menit, tetap merupakan kebiasaan yang baik untuk mematikan lampu-terutama jika Anda tidak menggunakan smart home," kata Roberson dikutip dari Better Homes & Gardens, Kamis (21/5/2026).
Penggunaan jenis lampu modern seperti LED sebenarnya sudah memiliki tingkat efisiensi pemakaian energi yang sangat tinggi.
"Mematikan lampu saat meninggalkan ruangan dapat membantu menghemat energi, tetapi dengan pencahayaan LED modern, penghematannya seringkali minimal-terutama dibandingkan dengan lampu pijar atau halogen lama. Pencahayaan saat ini sudah sangat efisien," jelasnya.
Meski demikian, keberadaan lampu di beberapa titik eksterior bangunan tetap krusial demi menunjang faktor keamanan lingkungan.
"Lampu teras, penerangan tangga, atau sensor gerak luar ruangan memiliki fungsi penting setelah gelap. Tetapi untuk hal lainnya, tidak ada alasan untuk mematikan lampu jika tidak digunakan," kata Ewing.
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur bergerak cepat sejak Jumat (15/5) untuk mengatasi kendala pemadaman di area Rawamangun.
"Perbaikan dilakukan setelah puluhan lampu jalan di kawasan tersebut padam akibat aksi pencurian pada panel listrik," kata Yanuar saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (17/5).
Petugas di lapangan sempat menerapkan sistem operasional khusus untuk memastikan jalur tersebut tidak gelap gulita selama proses perbaikan permanen.
"Dari hasil penyisiran di lapangan, tercatat ada 50 lampu PJU 90 watt dan 120 watt di Jalan Pemuda Rawamangun yang padam karena ada aksi pencurian pada panel listrik," jelas Yanuar.
Langkah penanganan darurat terus berjalan stabil guna memulihkan fungsi fasilitas penerangan secara menyeluruh.
"Saat itu sementara, pengoperasian lampu dilakukan dengan sistem pengaturan manual sambil menunggu proses penggantian perangkat yang rusak atau hilang akibat pencurian," ucap Yanuar.
Aksi pencurian ini diduga berlangsung pada jam-jam rawan ketika pengawasan lingkungan sekitar sedang lengang.
"Keberadaan dan kondisinya perlu dijaga bersama-sama. Ini harus dijaga bersama demi kenyamanan dan keamanan warga Jakarta dan sekitarnya," ujar Yanuar.
"Dampaknya adalah jumlah lampu yang padam ada 50 titik, Saat ini sedang dilakukan penanganan perbaikan dan insyaalah nanti malam sudah menyala kembali," ucap Yanuar, Jumat (15/5/2026).
Kehilangan komponen infrastruktur di area Kanal Banjir Timur mencakup 40 lampu di sisi barat Jalan Inspeksi KBT Kelurahan Ujung Menteng dan enam lampu di Kelurahan Pulo Gebang.