Keputusan BI Rate yang akan segera diumumkan kini membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa (19/5). Langkah bank sentral tersebut dinilai menjadi fokus utama pasar modal dalam negeri setelah indeks mengalami pelemahan signifikan selama lima hari berturut-turut.
Sentimen suku bunga ini menguat setelah rupiah terus terdepresiasi dan investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp463,74 miliar pada perdagangan Senin kemarin, saat indeks ditutup melemah 1,85% ke level 6.599,24. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat pergerakan indeks menjadi sangat terbatas.
Analis Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pelemahan indeks global serta depresiasi mata uang rupiah saat ini menjadi beban berat yang harus dihadapi oleh domestik.
"Tekanan terhadap rupiah ini mendorong munculnya perkiraan bahwa BI berpeluang menaikkan BI Rate pada pertemuan di hari Selasa-Rabu pekan ini," jelas analis Phintraco.
Kenaikan suku bunga acuan tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak imbal hasil instrumen investasi dalam negeri sehingga memikat modal asing. Namun, kebijakan pengetatan moneter itu juga berisiko memberikan tekanan tambahan pada tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat.
"Sehingga diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.400-6.700," jelas analis Phintraco.
Secara terpisah, riset dari analis BRI Danareksa Sekuritas memaparkan kondisi teknikal indeks yang masih terjebak dalam fase konsolidasi yang cenderung melemah. Pengumuman suku bunga dari Bank Indonesia tetap menjadi faktor penentu arah pasar di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.
"Kondisi oversold membuka peluang technical rebound jangka pendek. IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support 6.500 dan resistance 6.720," ungkap riset analis BRI Danareksa Sekuritas.
Kondisi pasar saham global sendiri menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial naik tipis sebesar 0,32%, sementara S&P 500 terkoreksi 0,074% dan Nasdaq Composite melemah sebesar 0,51%.