PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Bagikan Dividen Rp1,7 Triliun

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Bagikan Dividen Rp1,7 Triliun

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,7 triliun dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis (4/6/2026).

Keputusan pembagian keuntungan ini ditetapkan saat harga saham emiten ritel pengelola jaringan Alfamart tersebut mengalami penurunan sebesar 33 persen sejak awal tahun 2026, seperti dilansir dari Investasi.

Nilai dividen yang akan diterima oleh para pemegang saham adalah sebesar Rp41,5 per lembar saham. Kebijakan ini diambil setelah perseroan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun lalu.

Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, memaparkan bahwa alokasi tersebut setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 50 persen dari total keuntungan bersih perusahaan. Angka persentase tersebut tercatat mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 40 persen.

"Jumlah dividen yang dibagikan sekitar Rp1,7 triliun atau Rp41,5 per saham dengan payout ratio sekitar 50%, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 40%," ujar Tomin Widian, Corporate Secretary AMRT.

Peningkatan rasio pembayaran ditopang oleh realisasi pendapatan perseroan tahun 2025 yang tumbuh menjadi Rp126,74 triliun dari Rp118,23 triliun pada tahun sebelumnya. Hasil itu membuat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak menjadi Rp3,41 triliun dari Rp3,15 triliun pada 2024.

Manajemen menjelaskan bahwa pertumbuhan performa bisnis dipicu oleh ekspansi jaringan ritel secara konsisten dengan menambah 1.159 gerai baru selama tahun 2025. Penambahan ini membuat total gerai Alfamart yang beroperasi mencapai 24.434 unit pada akhir tahun.

Faktor pendukung lain berasal dari efektivitas program promosi serta optimalisasi transformasi digital melalui layanan omnichannel yang meningkatkan volume transaksi pelanggan. Langkah penguatan ekosistem digital dan efisiensi rantai pasok akan terus dilanjutkan manajemen demi menjaga daya saing industri ritel modern ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi