Sutarna Sukses Kembangkan Warung Madura Lewat KUR BRI di Jakarta Barat

Sutarna Sukses Kembangkan Warung Madura Lewat KUR BRI di Jakarta Barat

Seorang pemilik warung madura di Palmerah, Jakarta Barat, bernama Sutarna berhasil mengubah roda perekonomian keluarganya dari mantan sopir angkot menjadi pengusaha beromzet jutaan rupiah setelah memperoleh pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada Sabtu (23/5/2026).

Sutarna bersama istrinya, Suharni, mendirikan usaha toko kelontong tersebut sejak masa pandemi COVID-19 tahun 2021 untuk memperbaiki taraf hidup mereka. Keputusan beralih profesi ini diambil setelah Sutarna mendapat informasi mengenai program permodalan BRI dari rekan sesama sopir angkot.

"Ini warung dari 2021, dekat-dekat COVID," ujar Sutarna.

Sutarna menceritakan bahwa situasi sebagai penarik angkot di kawasan Palmerah saat itu dirasakan semakin sulit, sehingga ia memutuskan untuk mengajukan pinjaman bermodalkan surat kendaraan dan sertifikat rumah, seperti dilansir dari Detik Finance.

"Karena dulunya kan narik-narik angkot itu sudah susah, akhirnya punya pikiran gimana caranya harus berubah nih. Kalau di angkot terus mah kayak gini-gini aja makin sulit. Ada teman yang ngambil di BRI tuh, teman saya punya angkot," ujar Sutarna.

Dana stimulus yang diperoleh dari bank langsung dialokasikan seluruhnya untuk mendirikan warung madura tepat di depan kediamannya.

"Cairlah 50 (juta) tuh langsung saya buat usaha ini. Jadi, saya udah serahin saya ambil ini," beber Sutarna.

Sutarna menambahkan bahwa fasilitas perbankan tersebut sangat membantu keberlangsungan usahanya, di mana kini pinjaman pertama telah lunas dan ia sudah tiga kali mengambil kredit di BRI.

"Menolong banget ini BRI," sebut Sutarna.

Suharni menjelaskan bahwa modal usaha dari bank membuat barang dagangan mereka terus bertambah hingga sang suami bisa sepenuhnya berhenti menarik angkot.

"Alhamdulillah. Berkat BRI, menolong banget pas COVID," kata Suharni.

Meskipun terdapat kompetitor warung madura lain di sekitar tempat tinggalnya, pasangan suami istri ini tetap bersyukur karena dagangan mereka selalu dipadati pembeli.

"Rezeki istilahnya sudah diatur sama yang kuasa, sama Allah, gitu ya. Tinggal kita jalani aja. Kita baik-baik sama orang," kata Suharni.

Pendapatan harian dari toko kelontong ini rata-rata mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta, bahkan pernah menyentuh angka belasan juta rupiah saat industri konveksi di wilayahnya sedang ramai.

"Waktu itu pernah 12 juta sehari, waktu konveksi masih rame-ramenya," ujar Suharni.

Suharni merasa sangat bersyukur atas perubahan nasib keluarganya melalui bisnis retail yang didukung pembiayaan modal tersebut.

"Alhamdulillah, lah. Intinya, kita yang penting bersyukur aja gitu. Dikasih rezeki begini, alhamdulillah," tutur Suharni.

Di sisi lain, catatan kinerja internal perbankan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, BRI telah menggelontorkan dana KUR senilai Rp 178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur secara nasional, dengan alokasi sektor produksi mencapai 64,49%.

"Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan. BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM, termasuk petani, dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan," ujar Dirut BRI Hery Gunardi.

Artikel terkait

Rekomendasi