Taman Safari Indonesia (TSI) menyatakan kesiapan untuk mengelola Kebun Binatang Bandung melalui proses lelang yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bandung pada Rabu (13/5/2026). Partisipasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap fungsi konservasi dan peningkatan standar kesejahteraan satwa secara profesional di Jawa Barat.
Keseriusan pihak manajemen ditunjukkan dengan kehadiran mereka dalam tahapan awal yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Lestari, TSI telah mengikuti forum market sounding untuk mendengarkan rencana lanjutan terkait masa depan destinasi wisata edukasi tersebut.
Direktur Utama TSI Aswin Sumampau menyatakan bahwa pihaknya kini tengah menunggu pengumuman jadwal resmi untuk tahapan proses lelang berikutnya. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap prosedur pemilihan mitra pengelola lembaga konservasi ini.
"Oleh sebab itu, pengelolaan harus dilakukan secara hati-hati, terukur, dan mengedepankan kepentingan konservasi," ujar Aswin Sumampau, Direktur Utama TSI.
Aswin menjelaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan satwa merupakan amanah jangka panjang yang tidak hanya terbatas pada urusan operasional harian. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi serta upaya menjaga keberlanjutan institusi secara menyeluruh.
"Fokus utama kami adalah memastikan bahwa seluruh keputusan yang diambil tetap menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan satwa sebagai prioritas utama,dengan tetap menghormati proses, kewenangan regulator, dan ketentuan yang berlaku," jelas Aswin Sumampau, Direktur Utama TSI.
Pengalaman selama lebih dari 40 tahun menjadi landasan bagi TSI untuk membawa Kebun Binatang Bandung menjadi lembaga konservasi berstandar internasional. Aswin optimis potensi strategis tempat tersebut bisa dikembangkan tanpa harus menghilangkan nilai sejarah bagi masyarakat lokal.
"Kepastian pengelolaan menjadi syarat utama untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan satwa-satwa tersebut," imbuh Aswin Sumampau, Direktur Utama TSI.
Status pengelolaan yang jelas dianggap sangat krusial bagi keselamatan satwa milik negara yang saat ini telah ditempatkan di lokasi tersebut melalui mekanisme resmi. Langkah ini diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh keanekaragaman hayati yang ada.