Tanggul Kali Wetan Longsor Warga Duren Villa Tangerang Khawatir Banjir

Tanggul Kali Wetan Longsor Warga Duren Villa Tangerang Khawatir Banjir

Warga Perumahan Duren Villa di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, mengkhawatirkan ancaman banjir yang lebih parah setelah tanggul di bantaran Kali Wetan mengalami longsor pada Jumat (8/5/2026). Kerusakan infrastruktur ini diprediksi mempercepat luapan air ke rumah warga saat debit sungai meningkat, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Ketua RT 07/RW 02 Pedurenan, Danang, mengungkapkan bahwa jebolnya tanggul tersebut menjadi sumber ketakutan utama bagi penduduk setempat. Ia memantau langsung kondisi di lokasi setelah insiden tersebut terjadi pada dini hari.

"Dengan jebolnya, longsornya tanggul ini, saya khawatir akan memperparah jika terjadi air naik lagi, debit air nambah seperti itu," ujar Danang, Ketua RT 07/RW 02 Pedurenan.

Kerusakan pondasi akibat abrasi sebenarnya telah dilaporkan pihak rukun tetangga sejak Januari 2026. Menurut catatan warga, terkikisnya bagian bawah tanggul menyebabkan struktur bangunan menggantung dan kehilangan stabilitas.

"Itu menyebabkan tanggul menggantung karena di bawahnya sudah terkikis," kata Danang.

Kondisi fisik tanggul terus mengalami penurunan kualitas secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir. Sekitar dua minggu sebelum kejadian total, akses jalan paving block yang berada tepat di atas tanggul sudah menunjukkan tanda-tanda kemiringan yang signifikan.

"Jadi antisipasi warga hanya menyampaikan ke warga lain bahwa ini sedang diproses, cuma keburu longsor duluan," kata Danang.

Kekhawatiran serupa dirasakan oleh Ananda, salah satu penduduk berusia 35 tahun di kawasan tersebut. Ia menyoroti kondisi cuaca yang mulai mendung dan potensi intensitas hujan yang tinggi dalam waktu dekat.

"Kalau hujannya bulan ini gimana? Ini aja sudah mendung. Aduh kami sudah stres banget," kata Ananda.

Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan langkah-langkah darurat di lokasi. Petugas memasang kisdam dan batang bambu untuk menahan laju air sementara waktu.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa tim Operasi dan Pemeliharaan (OP) telah diterjunkan untuk mengantisipasi potensi luapan air yang masuk ke wilayah hunian warga.

"Tim OP sudah antisipasi awal. Setelah itu kita lakukan dua hal. Pertama antisipasi bila tiba-tiba air naik sehingga di beberapa titik kita pasang kisdam dengan harapan tidak masuk ke wilayah warga bila meluap," ujar Taufik Syahzaeni, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang.

Pemasangan bambu juga difungsikan sebagai penguat struktur tanah agar area longsoran tidak terus meluas ke bagian bantaran lainnya. Langkah ini diambil sebagai proteksi jangka pendek sembari menyiapkan perbaikan permanen.

"Kedua penanganan sementara untuk perkuatan turap dan longsoran," kata Taufik Syahzaeni.

Artikel terkait

Rekomendasi