Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengakselerasi pembangunan MRT Jakarta Fase 3 lintas Timur-Barat yang saat ini telah memasuki tahapan pembebasan lahan dan penentuan jalur pada Selasa (12/5/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan transportasi massal yang menghubungkan Tomang hingga Bekasi ini dapat dinikmati masyarakat pada tahun 2030.
Proyek infrastruktur strategis ini direncanakan membentang dari wilayah Tomang di Jakarta Barat menuju Medan Satria di Bekasi. Dilansir dari Megapolitan, proses penetapan trase dan titik-titik koordinat di beberapa segmen pengerjaan kini tengah berjalan secara simultan.
“Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang melanjutkan progres untuk MRT Timur-Barat. Di beberapa segmen sedang pembebasan lahan, penetapan trase, penentuan titik-titik dan sebagainya,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Pemerintah berharap proses pembersihan lahan dan persiapan teknis tidak menemui kendala berarti agar target operasional tetap terjaga. Pramono menekankan pentingnya kelancaran pada segmen pertama pembangunan ini.
“Mudah-mudahan kalau ini berjalan lancar segmen pertama mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kita nikmati untuk Barat-Timur,” kata Pramono.
Dalam keterangan terpisah, manajemen PT MRT Jakarta menyatakan kesiapan penuh dalam memperluas jangkauan layanan transportasi publik di Jakarta melalui jalur baru ini. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina, merinci bahwa tahap awal pembangunan akan difokuskan pada rute di dalam wilayah Jakarta.
“Yang area pertama yang akan dibangun adalah kita sebut phase 1, stage 1, ini di dalam wilayah Jakarta, itu ruasnya dari Tomang sampai dengan Medan Satria,” ujar Weni dalam Forum Jurnalis di Transport Hub, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Lintasan sepanjang 24,5 kilometer antara Tomang dan Medan Satria ini akan ditambah dengan jalur menuju depo Rorotan sekitar 5,7 kilometer. Konstruksi akan memadukan dua model struktur, yakni jalur layang dan jalur bawah tanah.
Kawasan yang akan dilewati jalur layang meliputi Tomang-Grogol, Cempaka Baru, hingga Pulo Gebang dan Medan Satria. Sementara itu, struktur bawah tanah akan dibangun di lokasi padat seperti Roxy, Thamrin, hingga Senen dan Galur. PT MRT Jakarta saat ini mulai melakukan lelang paket pekerjaan awal CP100.
“Sudah dimulai juga lelangnya, dan ini akan terdiri dari beberapa titik di sepanjang jalur fase 1 ini, phase 1, stage 1 ini. CP100 merupakan paket pekerjaan persiapan, jadi ini sudah dilakukan lelang,” ujar Weni.
Penyelesaian proyek lintas Timur-Barat ini diproyeksikan melengkapi jaringan MRT Utara-Selatan yang telah ada. Pemprov DKI mengupayakan pembangunan ini berjalan beriringan dengan pengerjaan Fase 2A guna menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi di seluruh kawasan ibu kota.