Kementerian Perhubungan menargetkan sistem Bus Rapid Transit Bandung Basin Metropolitan Area (BRT BBMA) mulai beroperasi pada 2027 untuk memperkuat transportasi massal di kawasan Bandung Raya. Kepastian jadwal operasional tersebut disampaikan pada Jumat (15/5/2026) sebagai bagian dari upaya pemerintah mengurangi kepadatan lalu lintas perkotaan.
Pemerintah saat ini tengah mematangkan infrastruktur pendukung, termasuk pembangunan depo dan halte di sejumlah titik strategis. Dilansir dari Money, proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi yang menghubungkan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.
Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Muiz Thohir, menjelaskan bahwa persiapan operasional telah memasuki tahap identifikasi lokasi fasilitas pendukung. Fokus utama saat ini terletak pada penyediaan tempat penyimpanan armada bus di dua titik utama kota.
“Penyiapan operasional BRT BBMA di tahun 2027 mendatang, terdapat beberapa lokasi yang akan dibangun menjadi Depo,” kata Muiz Thohir, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan.
Muiz memaparkan bahwa Depo Leuwipanjang direncanakan memiliki kapasitas tampung sebanyak 20 unit bus. Sementara itu, Depo Cicaheum disiapkan dengan kapasitas yang lebih besar untuk menampung hingga 59 unit armada BRT.
“Kehadiran BRT nantinya diharapkan mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi sehari-hari melalui pelayanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan mudah diakses,” ujar Muiz Thohir, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan.
Langkah koordinasi juga terus dilakukan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui pertemuan di Kantor Wali Kota Bandung pekan ini. Pertemuan tersebut bertujuan menciptakan ekosistem transportasi publik yang lebih efisien dan terintegrasi bagi masyarakat di Jawa Barat.
“Pembangunan BRT BBMA bukan sekadar pembangunan fisik halte maupun fasilitas koridor, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem transportasi publik yang terhubung dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” lanjut Muiz Thohir, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran proyek nasional ini di wilayahnya. Pihak pemerintah kota tengah memantau langsung pengerjaan fisik yang sudah berjalan di lapangan agar sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
“Saat ini pekerjaan di Depo Leuwipanjang dan Depo Cicaheum sedang berjalan,” kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.
Meskipun progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan, Muhammad Farhan mengakui terdapat kendala operasional di lokasi proyek. Adanya aktivitas angkutan umum eksisting dan keberadaan pedagang di area terminal menjadi tantangan dalam proses sterilisasi lahan.
“Di lapangan memang ditemukan beberapa tantangan seperti angkutan umum yang masih beroperasi di terminal Cicaheum dan juga masih terdapat pedagang di area terminal tersebut,” lanjut Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan portal resmi bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan fisik proyek ini secara berkala. Hingga sistem BRT sepenuhnya siap beroperasi, layanan transportasi umum di kawasan tersebut tetap dilayani oleh armada Trans Metro Bandung (TMB).