Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Lampaui 5,5 Persen Paruh Kedua 2026

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Lampaui 5,5 Persen Paruh Kedua 2026

Pemerintah Indonesia memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional mampu menembus angka di atas 5,5 persen pada paruh kedua tahun 2026. Fokus utama saat ini diarahkan pada penguatan sektor riil melalui pemberian insentif kendaraan listrik serta kemudahan akses pendanaan bagi industri orientasi ekspor.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa strategi ini merupakan langkah lanjutan untuk menjaga konsistensi performa ekonomi. Seperti dikutip dari Suara, ekonomi Indonesia sebelumnya telah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026.

Pemerintah optimis bahwa dengan dukungan kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi bisa mendekati angka 6 persen. Industri kendaraan listrik dan sektor yang berorientasi ekspor dinilai akan menjadi mesin penggerak baru bagi stabilitas investasi nasional.

Salah satu instrumen yang disiapkan adalah penyaluran subsidi untuk motor listrik sebanyak 100 ribu unit yang mulai didistribusikan pada Juni 2026. Selain motor, kendaraan roda empat juga mendapatkan perhatian khusus melalui skema insentif pajak.

Mobil listrik akan memperoleh pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) dengan kuota mencapai 100.000 unit. Langkah ini diambil guna mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus menstimulasi aktivitas manufaktur di dalam negeri.

"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaiki tadi akses ke pendanaan seperti apa," ujar Purbaya kepada wartawan di Gedung Dhanapala, Selasa (12/5/2026).

Dukungan untuk Industri Padat Karya

Selain otomotif, pemerintah memberikan perhatian besar pada industri padat karya seperti tekstil, furnitur, dan alas kaki. Sektor-sektor ini dianggap krusial karena perannya yang signifikan dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di tengah dinamika ekonomi global.

Untuk mendukung keberlangsungan industri tersebut, pemerintah merancang skema pembiayaan yang lebih murah dan mudah diakses. Purbaya berencana memanggil para pelaku usaha terkait untuk mendiskusikan kebutuhan pendanaan secara mendalam.

"Dari perusahaan-perusahaan ekspor orientasi seperti tekstil, furniture, sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses ke pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah," ujar Purbaya.

Optimalisasi Peran LPEI

Kementerian Keuangan akan mengoptimalkan peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai penyalur dukungan finansial. Lembaga tersebut memiliki ruang likuiditas yang memadai untuk memperkuat sektor-sektor produktif nasional yang selama ini belum tergarap maksimal.

Pemanfaatan dana di LPEI diharapkan dapat memacu pergerakan ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini agar tetap berada di jalur yang positif. Penguatan ini menjadi strategi krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan arus investasi tetap terjaga.

"Iya bisa masuk lewat lembaga penjamin ekspor Indonesia. Di situ uangnya juga banyak, sebagian nganggur selama ini rupanya. Di kuartal 3 dan 4 akan di atas 5,5% kan? Saya mendorong ke 6 kan? Makanya kemarin itu agak sakit, jadi kita sudah sembuh supaya kita bisa gerak lebih cepat lagi," ujar Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi