Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 7,5 Persen pada 2027

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 7,5 Persen pada 2027

Pemerintah Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,9 persen hingga 7,5 persen dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Target ambisius tersebut disampaikan dalam Rakorbangpus RKP Tahun 2027 di Jakarta pada Kamis (7/5/2026).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama pencapaian tersebut. Dilansir dari Ekonomi, pertumbuhan kawasan timur akan didorong lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas di kawasan barat.

“Dalam catatan kami, pertumbuhan nasional 5,9—7,5% tidak bisa dicapai tanpa dukungan daerah,” kata Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Pemerintah mengarahkan setiap wilayah untuk menggali potensi sesuai karakteristik masing-masing, seperti Sulawesi untuk industri sumber daya alam dan Sumatra sebagai pusat bioindustri serta kemaritiman. Rachmat juga menekankan pentingnya akurasi data dalam mencerminkan kondisi riil masyarakat.

“...sehingga pertumbuhan ekonomi dapat tercermin dengan baik, dan kondisi yang serealistis mungkin, dan seakurat mungkin, dan sebenar-benarnya,” ujarnya Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Capaian ini didukung oleh besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku yang menyentuh Rp6.187,2 triliun.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2026 apabila dibandingkan dengan triwulan I/2025 atau secara year-on-year tumbuh 5,61%,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS pada Selasa (5/5/2026).

Amalia menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional di awal tahun 2026. Hal ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama libur nasional, hari besar keagamaan, serta stimulus pemerintah melalui kebijakan inflasi dan penetapan suku bunga BI pada level 4,75 persen.

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh hingga 13,14% year on year pada kuartal I/2026, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan darat, ASDP, angkutan udara, dan angkutan laut,” jelas Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Artikel terkait

Rekomendasi