Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan penerimaan pajak nasional mampu menyentuh angka 20,5 persen hingga akhir tahun 2026. Target tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni pada Minggu (7/6/2026) seperti dilansir dari Suara.
"(Pertumbuhan Pajak) 20,5 persen. Tapi kita coba dorong ke level yang lebih positif lagi," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Realisasi penerimaan perpajakan per Mei 2026 mencatatkan hasil positif sebesar Rp958,2 triliun atau tumbuh 18,9 persen secara year on year (yoy). Angka perpajakan ini mengombinasikan sektor pajak serta sektor kepabeanan dan cukai.
Secara rinci, perolehan pajak murni menembus Rp834,4 triliun dengan pertumbuhan 22,1 persen yoy. Sementara itu, sektor kepabeanan dan cukai terdata sebesar Rp123,8 triliun atau tumbuh 0,7 persen yoy.
"Yang paling menarik adalah pendapatan pajak naiknya 22,1 persen. Bea Cukai naik 0,7 (persen), sudah positif dua bulan berturut-turut nanti akan naik lagi lebih bagus," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Selain sektor perpajakan, Pemerintah juga mengumumkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp226,4 triliun atau tumbuh 19,9 persen yoy. Di sisi lain, penerimaan hibah berada di angka Rp400 miliar dengan pertumbuhan 1,6 persen yoy.
Catatan performa ini menunjukkan pembalikan situasi jika dibandingkan dengan data per 31 Mei 2025. Pada periode tahun lalu, penerimaan pajak sempat terkontraksi minus 11,3 persen di angka Rp683,3 triliun, kepabeanan dan cukai tumbuh 11,2 persen senilai Rp122,9 triliun, dan PNBP minus 33,2 persen di angka Rp188,8 triliun.
"Jadi ada perbaikan yang signifikan di pajak utamanya dibandingkan dengan kondisi tahun lalu. Tahun lalu, full year, pertumbuhan pajaknya itu negatif. Sekarang positif, mungkin nanti akan 20 persen atau lebih kita coba dorong ke atas terus seiring dengan perbaikan di perpajakan," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.