PT Tangerang Nusantara Global (TNG) memberlakukan kembali tarif normal sebesar Rp 2.000 per perjalanan bagi penumpang Bus Tayo dan Angkot Si Benteng di Kota Tangerang mulai Kamis (28/5/2026). Kebijakan ini diterapkan setelah layanan transportasi umum tersebut sempat digratiskan khusus pada Hari Raya Idul Adha, Rabu (27/5/2026).
Penyesuaian tarif tersebut dilakukan setelah masa promo gratis dalam rangka hari raya keagamaan resmi berakhir, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Seluruh armada kini telah siap beroperasi penuh dengan skema pembayaran non-tunai demi kemudahan akses bagi masyarakat penumpangnya.
Masyarakat yang menggunakan jasa angkutan ini dapat melakukan transaksi pembayaran secara nontunai melalui berbagai kanal digital yang tersedia. Pengelola telah menyediakan opsi pemindaian kode serta kartu elektronik dari berbagai bank untuk memfasilitasi proses pembayaran tarif tersebut.
"Masyarakat dapat merencanakan bepergian secara praktis menggunakan pembayaran digital lewat QRIS ataupun pilihan kartu uang elektronik mulai dari E-Money, Flazz, Brizzi, hingga KMT," kata Direktur Utama PT TNG Muhamad Rijal dalam keterangan resmi.
Menurut penjelasan pihak manajemen, kedua jenis angkutan massal ini menjadi pilihan utama warga Tangerang untuk mobilitas sehari-hari. Rute yang dilewati sengaja dirancang guna menghubungkan titik-titik krusial di wilayah perkotaan termasuk area permukiman warga.
"Bagi masyarakat yang ingin memantau posisi real-time Bus Tayo dan Angkot Si Benteng, dapat mengaksesnya dengan mudah melalui aplikasi Trans Tangerang Ayo," kata Muhamad Rijal.
Operasional layanan BRT Bus Tayo melayani empat koridor utama, salah satunya menghubungkan Cadas menuju Pintu Masuk M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sementara itu, Angkot Modern Si Benteng beroperasi melalui jaringan trayek yang mencakup rute Terminal Poris Plawad, GOR Jatiuwung, Karawaci, hingga kawasan Pasar Lama.