Warga Flores Timur Temukan Barang Antik Kuno Saat Memancing

Warga Flores Timur Temukan Barang Antik Kuno Saat Memancing

Seorang pemancing bernama Bernardus Budi menemukan berbagai macam benda antik yang diduga berasal dari zaman kerajaan di Pantai Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Senin (4/5). Kabar penemuan benda-benda tersebut menjadi viral di media sosial setelah direkam dalam sebuah unggahan video.

Dilansir dari Detik Travel, identitas penemu barang antik tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung. Menurutnya, Bernardus yang merupakan warga Desa Dulipali awalnya sedang mencari udang di area pantai tersebut sebelum tidak sengaja menemukan benda-benda berharga.

"Budi pergi pantai dapat saat mancing udang. Dia simpan di kebun, ada patung kerajaan, salib ada kotak kecil kayak berlian atau batu permata dan tongkat kepala burung dan sebagainya," kata Aloysius saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).

Penjelasan lebih lanjut dari Aloysius mengungkapkan bahwa sejumlah atribut pada benda-benda tersebut memiliki kemiripan dengan peninggalan dari masa Kerajaan Singosari. Beberapa benda yang teridentifikasi antara lain keris dan tongkat dengan hiasan kepala burung yang menyerupai simbol-simbol kerajaan masa lalu.

Tayangan video yang beredar menunjukkan koleksi benda temuan tersebut meliputi salib dengan hiasan batu kristal dua warna, mahkota berbentuk kerucut, hingga tongkat berkepala naga. Selain itu, terdapat pula gelang lengan, kendi, dan bambu petuk di antara tumpukan barang antik tersebut.

Upaya pengamanan benda-benda bersejarah itu sempat dilakukan oleh pemerintah desa setempat dengan meminta agar barang disimpan sementara di wilayah Desa Konga. Meski demikian, Bernardus diketahui telah membawa pulang barang-barang tersebut untuk disimpan di area kebun miliknya.

Aloysius menambahkan bahwa wilayah Konga secara historis pernah menjadi titik transit bagi Bangsa Portugis dan Jepang. Hal ini diperkuat dengan temuan benda-benda peninggalan Perang Dunia II di masa lalu, yakni sebanyak 16 granat dan 393 butir peluru di kawasan yang sama.

Merespons temuan masyarakat ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Hery Lamawuran, menyatakan kesiapan instansinya untuk segera meninjau lokasi. Langkah awal yang akan diambil oleh pihak dinas adalah melakukan verifikasi dan pendataan terhadap seluruh objek yang ditemukan.

"Rencana kami hari Rabu (6/5) ini mau mengecek ke sana, melihat, dan minimal melakukan pencatatan," pungkas Hery.

Artikel terkait

Rekomendasi