Tim SAR Cari Tiga Pendaki Hilang Akibat Erupsi Gunung Dukono

Tim SAR Cari Tiga Pendaki Hilang Akibat Erupsi Gunung Dukono

Operasi Search and Rescue (SAR) gabungan mencari tiga pendaki yang hilang setelah Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus hebat pada Jumat (8/5/2026). Proses pencarian dilakukan menyusul fluktuasi aktivitas vulkanik di kawah Malupang Warirang yang menjebak para pendaki tersebut.

Hingga Jumat pukul 17.30 WIT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga orang yang masih dalam pencarian terdiri dari warga negara Singapura berinisial H.W.Q.T. (30) dan S.M.B.A.H. (27), serta seorang warga Indonesia berinisial E.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu menyampaikan bahwa para pendaki diduga kuat tetap melakukan aktivitas meski terdapat larangan pendakian yang berlaku sejak 17 April 2024.

"Banyak pendaki, terutama wisatawan asing, yang nekat demi membuat konten media sosial meski tanda peringatan sudah dipasang di pintu masuk jalur," terang Erlichson seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan resmi dari BNPB menyebutkan bahwa tim SAR gabungan bersama BPBD Kabupaten Halmahera Utara terus berupaya melakukan evakuasi di tengah ancaman erupsi. Berdasarkan data sementara, terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan gunung saat kejadian, termasuk sembilan warga Singapura dan sebelas warga Indonesia.

Sebanyak 14 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, yang mencakup tujuh warga negara Singapura dan tujuh warga negara Indonesia. Tim evakuasi sempat menghentikan operasi sementara pada pukul 14.10 WIB karena adanya lontaran lava pijar sejauh 1,5 kilometer dari puncak kawah.

Penyisiran dilanjutkan kembali pada pukul 15.25 WIB dengan membagi tim menjadi dua titik koordinat. Tim pertama melakukan penyisiran jalur pendakian hingga jarak 500 meter dari puncak menggunakan bantuan drone untuk memantau situasi udara secara langsung.

Sementara itu, tim kedua memfokuskan pencarian di wilayah aliran sungai dekat kawasan puncak guna melacak keberadaan dua warga negara asing yang belum ditemukan. BNPB meminta wisatawan mematuhi arahan PVMBG dan menghindari aktivitas pendakian selama status vulkanik masih meningkat.

Artikel terkait

Rekomendasi