Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memerintahkan seluruh kepala daerah untuk segera memeriksa dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap harga barang, jasa, dan sektor transportasi di lapangan pada Senin, 18 Mei 2026. Langkah ini diambil guna mengantisipasi gejolak ekonomi riil akibat tekanan mata uang dollar Amerika Serikat.
Dilansir dari Money, instruksi tersebut disampaikan secara langsung saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kementerian Dalam Negeri. Peninjauan langsung dinilai sangat krusial meskipun indikator laju inflasi bulanan dan tahunan di tingkat nasional saat ini masih terpantau dalam kondisi baik.
“Bulan Mei ini kita harus mengamati betul perkembangan dari dampak terutama kenaikan harga minyak dan juga kurs mata uang. Apakah ada pengaruh atau tidak,” kata Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Mantan Kapolri tersebut menegaskan bahwa pemantauan langsung ke pasar-pasar sangat diperlukan untuk mendeteksi potensi lonjakan harga. Berdasarkan data terkini, inflasi pada bulan April masih berada di angka yang terkendali sebesar 0,13 persen secara bulanan.
“Ini perlu dicek ke lapangan oleh semua daerah, pasar, harga-harga barang dan asa, transportasi, apakah terjadi kenaikan atau tidak. Sangat penting,” ujar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Sektor transportasi tercatat menjadi kontributor utama inflasi periode Maret-April dengan kenaikan biaya mencapai 0,99 persen, serta menyumbang 0,12 persen pada inflasi berbagai pengeluaran. Di sisi lain, harga komoditas makanan, minuman, dan tembakau justru stabil sehingga menjadi penyeimbang.
“Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi, terutama adalah yang untuk month-to-month dari bulan ke bulan, dari Maret ke April, itulah sektor transportasi yang tertinggi,” kata Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Pemerintah daerah diminta tetap waspada dan tidak cepat berpuas diri dengan angka inflasi saat ini. Gejolak geopolitik global di Asia Barat antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berpotensi besar memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
“Kita jangan berpuas diri karena apa? Karena satu, geopolitik,” kata Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Kondisi eksternal ini diperparah dengan posisi mata uang global yang sedang tertekan. Tekanan terhadap rupiah akibat keperkasaan dollar Amerika Serikat menjadi perhatian serius yang harus dimitigasi di tingkat daerah.
“Kemudian juga kurs dolar kepada sejumlah mata uang termasuk Indonesia juga kita mengalami cukup tekanan,” tambah Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.
Dalam rapat yang sama, otoritas statistik menjelaskan bahwa terkendalinya inflasi April didorong oleh deflasi komoditas pangan setelah melewati masa puncaknya. Kenaikan biaya transportasi murni dipicu oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak non-subsidi dan tarif penerbangan.
“Tarif angkutan udara tentunya salah satunya karena dipengaruhi oleh harga avtur,” tutur Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).